Bebek Van Java

Bebek Van Java ( BVJ ) adalah restoran spesialis bebek yang berdiri pada tanggal 1 Juli 2006. BVJ adalah restoran yang memadukan gaya penyajian modern. Sedangkan differensiasi BVJ yang paling kuat terletak pada keempukan dan gurih daging bebek, dipadukan dengan sambal super pedas yang membuat candu, menjadikan BVJ sebagai pilihan utama penggemar daging bebek di Bandung.

Dimulai dari konsep warung kaki lima sederhana, BVJ sudah memiliki dua outlet yang terletak di Jl. Dipatiukur No.5A yang berkapasitas sekitar 60 orang dan Jl. Lombok No. 47 yang berkapasitas 102 orang. BVJ meluncurkan satu ikon yang diberi nama “BEPPI” ( Bebek Api) yang sesuai dengan sajian sambal BVJ yang “Hot, Spicy, and Delicious”.BVJ juga memiliki 3 varian manu daging bebek ( original goreng, original bakar, dan kalasan) dan 2 varian sambal (pedas dan manis). Selain itu, jika Anda datang dengan menunjukkan Bandung Card, langsung dapat potongan harga 10% loh..ayo siapa yang ga mau? Bebek mantap ditambah diskon setiap hari. Nikmaaat..

Jl.Dipati Ukur No.5A
Telp : +62 22 76096060

The Edge Super Block

Apartement Bandung terbesar dan terlengkap di Bandung. Apartemen The Edge Superblock siap meramaikan pasar hunian di Bandung. Sumber Bisnis menyebutkan proyek The Edge bernilai US$86,41 juta. dan unit SUDAH bisa dihuni. dan dengan status Strata Title Hak milik.

Apartemen The Edge superblock Bandung merupakan proyek terpadu, Bangunan menara apartement didisain 17 lantai dengan gaya minimalis tropis, sehingga lebih menghemat energi, dan fasilitas lengkap. Berdiri di atas tanah seluas 2,5 hektar, dengan luasan yang dibangun hanya 40% sehingga banyak tersedia ruang terbuka. Terdiri atas 5 blok Tower Utama dan 4 Connecting Tower, pusat perbelanjaan, dan perkantoran 4 lantai.

 Apartemen The EDGE Superblock Merupakan hunian Apartemen baru di Bandung, lokasi samping tol Pasteur. Dihadirkan dengan memadukan komersialitas dan budaya masyarakat setempat masa kini. Apartemen di Bandung ini menyediakan hunian yang terjangkau, berkelas dan tidak meninggalkan gengsinya.

Wisata Hutan Djuanda Di Kota Bandung

Merasa bosan dengan sajian wisata yang itu-itu saja, cobalah sekali-sekali anda mengunjungi alam hutan di Kota Kembang. Selain bisa melepas rindu akan hijaunya tanaman dan pepohonan, anda juga dapat menikmati kembali suasana riangnya kicauan burung dan juga suara-suara indah aneka satwa lainnya.

Taman Hutan Raya Ir H Djuanda nama tempatnya. Tidak seperti hutan-hutan lindung lainnya di pulau Jawa yang masih dihuni berbagai macam binatang langka nan buas seperti harimau dan macan tutul, hutan lindung itu telah resmi menjadi tempat rekreasi yang menyenangkan sejak diresmikan almarhum Presiden Soeharto pada 1985 lalu.

Tempat itu sangat cocok untuk anda yang ingin berwisata alam sekaligus mencari suasana baru di tengah hutan yang masih terjaga. Selain cocok beristirahat melepas kepenatan dengan terpaan hembusan angin sepoi-sepoi, di kawasan Taman Hutan Raya itu terdapat berbagai objek wisata menarik yang sayang bila dilewatkan.

Sebut saja goa Jepang. Goa yang dibangun pada 1942 berluas 350 meter persegi serta memiliki empat pintu dan tiga lorong itu  merupakan tempat persembunyian tentara Jepang dari sekutu pada waktu itu. Kemudian 300 meter dari sana anda juga bisa menemukan goa Belanda yang dibangun pada 1941 yang dulunya berfungsi sebagai pusat stasiun radio telekomunikasi Belanda.

Objek wisata lainnya adalah bangunan Pusat Informasi dan Museum Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Museum tersebut didirikan diantaranya untuk mengenang pahlawan nasional asal Tanah Pasundan yakni Ir. H. Djuanda Kartawidjaja yang berjasa memimpin pengambilalihan jawatan kereta api dari Jepang, kotapraja, keresidenan dan objek-objek militer di Bandung. Selain diambil sebagai nama tempat, benda-benda peninggalan tokoh pejuang itu pun banyak disimpan di museum tersebut sebagai bentuk lain penghormatan kepadanya.

Yang tidak kalah menarik adalah titik-titik air terjun di sana. Di kawasan itu anda bisa sekaligus menikmati turunan air dari Curug Omas, Curug Dago  dan Curug Lalay.

Untuk mencapai ke lokasi Tahura tersebut, dijamin anda tak butuh lontaran kata, ?wah, jauh kaleee?.?. Bila sudah berada di Jalan Ir H Djuanda (Dago) dimana Factory Outlet banyak berdiri, anda tinggal meneruskan perjalanan ke ujung atas jalan tersebut. Kira-kira 15 menitan menuju Terminal Dago. Setelah sampai di kawasan terminal itu, teruskanlah perjalanan sekitar 3 kilometeran. Nah, setelah itu sampai deh?Yuk ah  (JAT)