Walaupun Bulan Ramadan, Sariban Tak Pernah Absen Jaga Kebersihan Bandung

Ya Sariban adalah seorang pria yang dikenal sebagai pegiat lingkungan ini menjadi garda terdepan masyarakat Bandung dalam hal kebersihan lingkungan. Betapa tidak pria yang gemar menggunakan sepeda saat melakukan aktivitasnya ini secara sukarela memunguti setiap sampah yang ada di depan matanya. Bahkan di bulan Ramadan kali ini pun Sariban tak pernah absen dalam hal menjaga kebersihan kota Bandung.

“Jadi saya selama bulan Ramadan ini kegiatan masih bebersih lingkungan khususnya sampah. Supaya Bandung bersih dan lebih indah. Sambil menunggu buka puasa saya memunguti sampah di sekitar Jalan Pahlawan karena dalam agama pun disebutkan bahwa kebersihan sebagian besar dari iman,” ujarnya saat on air di Radio PRFM dlaam Program Ramadan Bersama Tokoh, Senin (5/6/2017).

Ia pun mengaku masih menyayangkan perilaku masyarakat Bandung yang masih terbiasa membuang sampah sembarangan di bulan Ramadan ini. Bahkan Sariban pun menyatakan partisipasi masyarakat dalam membantu relawan kebersihan masih sangat minim.

“Selama ini saya belum melihat warga yang membantu. Kita ini kan relawan tanpa disuruh tanpa dibayar saya jalan terus,” terang pria penggemar Sayur Lodeh ini.

Lebih lanjut ia pun berharap masyarakat Bandung bisa menjadikan bulan Ramadan ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri terutama dalam hal menjaga kebersihan.

“Untuk masyarakat Bandung selama bulan Ramadan ini semua harus berpikir dan berbuat sesuatu untuk diri sendiri dan orang lain,”pungkasnya.

Kota Bandung Terpilih Sebagai Tuan Rumah Perayaan HUT Pramuka Jabar

Yossi Irianto sebagai Kepala Kwarcab Kota Bandung, merasa senang dan bangga atas terpilihnya Kota Bandung sebagai tuan rumah perayaan hari ulang tahun Pramuka Jawa Barat pada 14 Agustus 2017 mendatang. Yossi menyampaikan, hasil keputusan ini menindaklanjuti rapar kerja cabang (rakercab) beberapa waktu lalu.

“Ada empat kabupaten yang dianggap siap. Namun saat itu juga disampaikan bahwa insya allah Kota Bandung siap. Dan Alhamdulillah, tadi disampaikan bahwa Kota Bandung terpilih menjadi tuan rumah HUT Pramuka Jabar,” ujarnya disela acara buka bersama Pramuka Kota Bandung di Taman Pramuka, Sabtu (3/6/2017).

Terpilihnya Kota Bandung sebagai tuan rumah, menurut Yossi diukur dari program yang ditampilkan serta keikutsertaan para anggota pramukanya. Saat merayakan HUT Kwarcab Kota Bandung beberapa waktu lalu, terdapat 16.000 anggota yang ikut serta sehingga menjadi viral di nasional.

“Melihat hasil itu Kota Bandung akhirnya terpilih. Saya bangga dan senang atas kesempatan ini. Kabar ini akan segera disampaikan kepada Wali Kota Bandung,” tuturnya.

Ia menambahkan, kepercayaan yang diberikan kepada Kota Bandung ini menjadi peluang untuk mengangkat nama baik kota ke tingkat nasional. Nama Kota Bandung akan terangkat sebagai kota pemuda yang aktif dalam pramuka.

“Konsep perayaan harus ke kinian. Pancasila sebagai falsafah yang harus dipertahankan, semangat bhineka tunggal ika menjadi poin penting dalam konsep tahun ini. Kami akan kerjasama dengan sejumlah sponsor, jadi anggaran tidak ada masalah. Ditargetlkan ada 20.000 anggota dari berbagai kontingen bisa mengikuti perayaan ini,” pungkasnya.

Salah Satu Opsi Penataan PKL adalah Pembangunan Teras Cicadas

Yossi Irianto sebagai Sekretaris Daerah Kota Bandung, menyatakan bahwa pembangunan Teras Cicadas sudah masuk di dalam rencana kerja pembangunan daerah tahun 2018. Meski begitu, pembangunan Teras Cicadas hanya salah satu opsi lain untuk memindahkan para Pedagang Kaki Lima (PKL).

“Kita ingin keberhasilan Teras Cihampelas menjadi starting point, meski kami membutuhkan waktu melakukan berbagai kajian karena karater wilayahnya berbeda. Ini hanya salah satu opsi pemindahan PKL Cicadas,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keputusan pembangunan Teras Cicadas tergantung pada respon DPRD. Jika disepakati, Teras Cicadas ditargetkan rampung pada tahun 2018. Anggaran yang dibutuhkan menurut Yossi berkisar Rp 60 miliar.

“Tergantung dewan merespon hal ini. Jika disepakati insya allah 2018 bisa terwujud. Hal ini tidak lain sebagai upaya Pemkot dalam mewujudkan Kota Bandung sebagai destinasi kuliner dan berbelanja,” ujarnya.

mengenai desainnya, menurut Yossi tidak akan jauh berbeda dengan Teras Cihampelas. Namun, kondisi Cicadas yang tidak memiliki pohon seperti Cihampelas mejadi pertimbangan untuk memakai tudung atas.

“Bentuk mungkin akan sama, tapi Cihampelas kan tidak memakai tudung atas karena banyak pohon. Sementara di Cicadas kan tidak ada pohon, jadi desainnya akan dipertimbangkan. Kami terus lakukan dialog dengan masyarakat dan komunitas PKL juga,” tandasnya.

Tetap Bugar Walau Puasa Bersama Liga Ngabuburit

Walaupun dalam keadaan berpuasa, tak ada alasan bagi warga Kota Bandung untuk tidak berolahraga. Ide tersebut kemudian diwujudkan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Bandung dan Asprov PSSI Jabar dengan menggelar Liga Ngabuburit 2017.

Acara yang rutin digelar tiap tahun itu kini memperebutkan Piala Ketua Kwarcab Kota Bandung. Liga Ngabuburit dibuka langsung oleh Yossi Irianto sebagai Sekretaris Daerah Kota Bandung, didampingi Wakil Ketua Asprov PSSI Jabar, Aji Giatmiko Sugiat di Lapangan Lodaya, Kamis (1/6/2017).

Liga Ngabuburit diikuti oleh 36 tim yang terdiri dari tiga kelompok usia. Terdapat 6 tim kategori usia di bawah 19 tahun, 21 tim kategori umum usia 20-39 tahun, dan 9 tim kategori usia di atas 40 tahun.

Yossi yang juga Ketua Kwartir Cabang Kota Bandung mengaku, bangga dan salut kepada para pemain, karena di tengah aktivitas berpuasa tidak menjadikan halangan untuk tetap berolahraga. Pada pertandingan ini, para pemain memang diharuskan dalam keadaan berpuasa.

“Ini bagus sekali, karena yang penting sampai yang wajib jadi sunah, yang sunah jadi wajib,” kata Yossi.

Ia menilai, kegiatan ini penting dilakukan untuk meningkatkan kebugaran masyarakat. Sebab peran pemerintah tidak hanya untuk mengolahragakan masyarakat tetapi juga memasyarakatkan olahraga.

“Apalagi kita akan punya bonus demografi di mana usia produktif akan mencapai 70% dari total populasi,” sambungnya.

Oleh sebab itu, penting halnya menjaga kebugaran dan kesehatan generasi produktif itu sejak dini. Prinsipnya, jika badan kuat, maka jiwa pun akan sehat.

“Kalau tidak diisi dengan keseimbangan jasmani dan rohani, usia produktif itu akan lewat begitu saja,” ungkapnya.

Selain itu, Yossi pun mengingatkan agar kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila ini bisa menjadi momentum untuk mempererat persatuan dan silaturahmi. Ia menagaskan, perannya di dalam Pramuka juga mendorong untuk memperkuat Pancasila.

“Pramuka bukan cuma milik anak sekolah, semua elemen adalah bagian dari Pramuka. Semoga momentum ini bisa menginspirasi bagaimana Pancasila mampu mmempersatukan,” tandasnya.

Liga ngabuburit ini akan berlangsung hinggal tanggal 22 Juni 2017. Pertandingan dibuka dengan laga antara Klub sepak bola BNI46 FC dan Blaster PSAD. Setiap harinya, pertandingan akan berlangsung mulai pukul 15.00 WIB.

Di Kota Bandung, Oded Sebut Pembuatan Sirkuit Terkendala Lahan

Di Kota Bandung, pembuatan arena balapan sepeda motor atau sirkuit terkendala oleh lahan. Hal tersebut dinyatakan Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial. Namun ia juga mengatakan Pemkot tentunya perlu menyiapkan wadah untuk menampung aktivitas para pecinta balapan khususnya anak muda di Kota Bandung.

Oded mengatakan hal tersebut setelah disinggung soal adanya aksi balap liar selepas sahur di beberapa titik Kota Bandung, salah satunya di perempatan Jalan Sriwijaya. Ia memastikan, selama kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh para generasi muda diisi dengan kegiatan positif itu tidak menjadi masalah.

“Sekalipun ada balapan selama masih positif saya kira ga masalah, namun jangan sampai menjadi agenda negatif ke depannya,” kata Oded kepada reporter PRFM di MAN 2 Kota Bandung, Jalan Cipadung.

Selanjutnya Oded menambahkan, kegiatan anak-anak jika dipandu ke hal positif dipastikan tidak akan bermasalah. Namun dalam hal ini ia menilai peran orang tua sangatlah penting pasalnya waktu anak-anak lebih banyak di rumah masing-masing jika dibandingkan dengan waktu di sekolah.

“Mencetak generasi yang bertanggungjawab tugas utamanya da di orang tua, memandu ke hal positif ini juga jadi tugas kami di pemerintahan,” katanya.

Tahun Ini, Ridwan Kamil Klaim Program Magrib Mengaji Meningkat

Pada tahun ini, Program “Magrib Mengaji” yang tengah digalakan oleh Pemerintah Kota Bandung mengalami kemajuan. Hal tersebut diungkapkan oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil bahwa dari 2000 masjid yang menyelenggarakan kegiatan “Magrib Mengaji”, kini jumlahnya sudah mencapai 3100.

“Alhamdulillah, hasil evaluasi, jumlah Masjid yang menyelenggarakan Magrib Mengaji dalam setahun naik dari 2000 Masjid menjadi 3100 Masjid. Semoga anak-anak muslim Bandung selalu menjadi generasi Qurani,” ungap Emil sapaan akrabnya.

Emil pun mengharapkan program “Magrib Mengaji” ini bisa lebih bisa mendekatkan warga Bandung untuk selalu memakmurkan Masjid.

“Hatur Nuhun untuk para Camat dan Lurah yang giat menggerakkan masyarakat untuk mendekatkan diri ke masjid,” tutupnya.