Pasar Loak Cilaki

 

Banyak sekali pilihan alternatif berbelanja barang bekas di kota Bandung. Salah satunya adalah di Pasar Loak Cilaki. Pasar loak ini terletak di persimpangan Jln. Cilaki dan Jln. Citarum atau bersebelahan dengan Taman Lansia dan Taman Kandaga Puspa, Jalan Cilaki, Bandung. Jika hendak berkunjung dan berbelanja di pasar loak ini, Teman – teman harus datang pada pagi hari, karena pasar loak ini buka sekitar pukul 6 pagi dan tutup sekitar pukul 12 siang.

Barang-barang yang dijual di sana sangatlah beragam, antara lain ada sepatu, baju, jaket, buku, handphone, batu akik, kaset, poster, helm, bibit tanaman, dan masih banyak lagi barang – barang lainnya yang bisa teman – teman dapatkan di pasar loak ini. Walaupun Barang-barang tersebut umumnya barang bekas, namun ada juga beberapa penjual disana yang menjual barang-barang baru, dan apabila beruntung kita akan mendapatkan barang – barang dengan brand terkenal dari luar negeri juga disana.

Harga barang – barang di pasar loak Cilaki ini biasanya dibandrol dengan harga yang relatif terjangkau. Namun ada saja penjual yang memberikan harga tinggi untuk barang yang ia jual. Tetapi tenang saja, karena di pasar loak ini kita bisa menawar barang yang kita inginkan.

Tertarik untuk berbelanja disini ? ūüėÄ

Taman Batu (Stone Garden) Citatah Padalarang.

Hari itu masih pagi, saya berencana mengunjungi salah satu tempat wisata alam yang ada di daerah Padalarang Citatah Bandung Barat. Tempat wisata alam ini menjadi magnet baru dan menjadi trend sebagai tempat tujuan wisata ketika photo – photo keindahannya tersebar luas di dunia maya. Iya Betul, STONE GARDEN aadalah sebutan nama untuk hamparan tanah yang diisi oleh formasi batuan tak beraturan yang indah dan membentuk taman alam. Di Stone Garden, warga bandung akan melihat saksi bisu dari terbentuknya Danau Bandung Purba pada zaman purbakala dahulu. Formasi batu cantik dipadu padang rumput yang hijau lalu landscape alam yang begitu luas dan indah membuat Stone Garden wajib menjadi tujuan wisata Warga Bandung. Stone garden sendiri berada di puncak bukit tepat diatas Gua Pawon. Di gua pawon sendiri, warga bandung akan menemukan gua purbakala yang disana terdapat fosil manusia purba dengan bentuk kerangka yang sedang berjongkok, Gua Pawon adalah salah satu dari sekian banyak dinding barat Danau Bandung Purba yang masih tersisa.

Untuk bisa sampai dilokasi Stone Garden ini kita bisa mengikuti rute dari Bandung kota ke arah Padalarang lanjut ke cipatat. Setelah sampai di Cipatat maka kita menuju arah gunung masigit. Setelah menempuh perjalanan beberapa kilo meter maka kita akan tiba dilokasi wisata alam baru ini dan bisa menikmati pemandangan alam yang indah disana. Untuk tiket masuknya sendiri dikenakan biaya sekitar Rp.5000,00 saja. Dan siapkan juga uang untuk parkir tentunya. Sebelum memulai perjalanan ke puncak bukit, para pengunjung dianjurkan membeli makanan atau minuman terlebih dahulu yang telah tersedia diwarung kecil yang berada tidak jauh dari lokasi parkiran. Karena tempat wisata ini terbilang baru, maka masih terlihat pembenahan yang dilakukan pemerintah setempat. Tetapi secara keseluruhan fasilitas dan sistem yang ada sudah terorganisir dengan baik. disini pun sudah tersedia mushola dan toilet yang cukup nyaman.

Saat berkunjung ke Stone Garden ini jangan hanya bermain dan berfoto saja, tetapi kalau bisa sempatkanlah juga untuk berkunjung ke situs Goa Pawon. Karena secara langsung kita akan mempelajari sejarah terbentuknya Bandung atau Bandung purbakala. Dan saran yang terakhir datanglah ke tempat ini pada pagi atau sore hari untuk mendapatkan momen terbaik dengan cuaca yang cerah, tak terlalu panas dan sejuk. Namun, jangan memaksakan mendaki ke puncak Stone Garden apabila mendung atau hujan telah turun. Karena jalan yang menanjak dan tanah yang tidak stabil akan membahayakan pendakian. Tidak lupa juga untuk terus mengingatkan agar kita menjaga kebersihan disana. Ikut peliharalah tempat yang menjadi salah satu pusaka alam yang kita miliki, agar bisa dinikmati oleh anak cucu kita nanti.

Taman Lansia Bandung

[vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_single_image image=”7486″ style=”vc_box_outline” border_color=”grey” img_link_target=”_self” img_size=”medium” alignment=”center”][/vc_column][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]Alamat¬†: Jl. Cilaki¬†Bandung
[divider]
[addtoany][/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/1″][vc_tabs][vc_tab title=”Review” tab_id=”1421284983-1-14″][vc_column_text]Hari itu hari Selasa, kami berencana berkunjung ke salah satu taman tematik yang ada di Bandung, yaitu taman LANSIA. Sesampainya disana hari masih pagi, membuat udara di sekitaran Taman Lansia begitu sejuk dan asri.Sebelum menjadi Taman Lansia, taman ini banyak dikenal sebagai Taman Cilaki atau Taman Cisangkuy. Sebutan tersebut tentu saja berhubungan dengan nama jalan yang mengapit taman ini. penyebutan taman Lansia mungkin disebabkan oleh banyaknya lansia yang berolahraga di tempat ini, termasuk juga dengan adanya jalan refleksi, dengan batu-batu kali yang sengaja ditonjolkan sebagai terapi refleksi di telapak kaki.

Kami pun bergegas memasuki kawasan taman, lalu mengambil beberapa gambar dan video keadaan yang ada disana. Sekarang Taman Lansia mempunyai danau retensi yang berfungsi mereduksi banjir yang kerap melanda kota Bandung. Danau Retensi ini diresmikan langsung oleh bapa Wali Kota Bandung Ridwan Kamil pada tanggal 31 Desember 2014. Selain memiliki fungsi ekologis, keberadaan danau retensi juga memiliki fungsi sosiologis. Dengan adanya danau retensi ini dapat menjadi ruang interaksi sebagai ruang terbuka publik. Di danau inipun ditebar puluhan ikan di dua kolam retensi. Tujuannya mengatasi jentik nyamuk yang berpotensi bekembang biak di kolam. Tetapi sayang sekali, sewaktu kita berkunjung kesana banyak ikan yang sudah mati dan air danau nya pun surut. Padahal baru tiga minggu kolam retensi diresmikan.

Untuk Keseluruhan taman ini sudah sangat baik dan layak untuk dikunjungi. Taman ini pun bisa menjadi alternatif wisata murah yang ada di tengah kota Bandung. Tetapi perawatan dan penjagaan taman ini harus tetap dilakukan secara berkesinambungan. Baik dari pihak pemerintah ataupun kita sebagai warga / Pengunjung.[/vc_column_text][/vc_tab][vc_tab title=”Map” tab_id=”1422860287669-1-0″][vc_column_text][/vc_column_text][/vc_tab][/vc_tabs][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/1″][vc_video link=”https://www.youtube.com/watch?v=fPLYmAx_eQA”][/vc_column][/vc_row]

Babakan Siliwangi Bandung

[vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_single_image image=”7463″ style=”vc_box_outline” border_color=”grey” img_link_target=”_self” img_size=”medium” alignment=”center”][/vc_column][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]Alamat¬†: Jl. Siliwangi Bandung
[divider]
[addtoany][/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/1″][vc_tabs][vc_tab title=”Review” tab_id=”1421284983-1-14″][vc_column_text]Hallo Semuanya‚Ķ Beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke Babakan Siliwangi atau yang dikenal juga¬†dengan sebutan ‚ÄúBaksil‚ÄĚ. Kawasan ini adalah salah satu kawasan hutan kota di Bandung, tepatnya¬†berada di Kelurahan Babakan Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.

Lokasi Babakan Siliwangi yang tidak jauh dari pusat kota (berada di utara pusat kota Bandung) membuat Babakan Siliwangi menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang paling terjangkau oleh masyarakat kota Bandung.

Keberadaan Babakan Siliwangi sebagai RTH juga membuat kawasan ini menjadi paru-paru kota sekaligus tempat rekreasi bagi masyarakat. Babakan Siliwangi memiliki luas sekitar 3,8 hektar.

Masih pagi hari itu, udaranya masih segar dan dingin tentunya, tetapi saat memasuki wilayah hutannya sangat disayangkan sekali banyak sekali sampah dan nyamuk.

Disanapun terdapat mata air dan kubangan kolam kecil. Di lokasi hutan babakan siliwangi ini saya membuat liputan video dan mengambil beberapa objek gambar yang cukup menarik disana.

Untuk spot pertama di daerah tangga – tangga turun dan jembatan yang melingkari¬†taman kecil, saya melihat coretan ‚Äď coreatan tipe x tangan ‚Äď tangan jahil di besi tangga tersebut,¬†membuat sedikit nuansa menjadi kumuh dibuatnya. Lalu di beberapa lantai kayu jembatan nya ada¬†beberapa yang sudah rusak dan lepas. Membuat rasa kuatir saat saya memijakkan kaki dan berjalan¬†diatasnya.

Masuk ke wilayah Babakan Siliwangi ini gratis. Selain bisa jalan-jalan, kita pun bisa berolahraga karena¬†babakan siliwangi ini berdekatan dengan SABUGA, dan yang penting semoga kedepannya kebersihan¬†babakan siliwangi tetap terjaga yah…[/vc_column_text][/vc_tab][vc_tab title=”Gallery” tab_id=”1422860287669-1-0″][vc_column_text]

[/vc_column_text][/vc_tab][/vc_tabs][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/1″][vc_video link=”https://www.youtube.com/watch?v=dZa8EuJ3B7s”][/vc_column][/vc_row]

Indahnya Curug Cimahi Saat Mengeluarkan Warna Pelangi

curug cimahi pelangiMBANDUNGDOTCOM – Dengan jarak tempuh yang hanya 30 menit dari Cimahi, Curug Cimahi sudah tidak asing lagi bagi warga cimahi. Wana wisata Curug Cimahi berada diareal seluas 25,75 hektar, berada dalam kawasan hutan negara yang dikelola Perhutani Bandung Utara.

Setelah sebelumnya tebing di sekitar tangga batu terkena longsor, kini Curug Cimahi mulai berbenah.

Jika pada siang hari pengunjung dimanjakan dengan debur air terjun dan keindahan panorama alamnya yang mempesona, maka saat malam tiba pengunjung bisa menikmati pemandangan air terjun yang bermandikan cahaya.

Cahaya vertikal kurang lebih setinggi 70 meter yang memancar dari air terjun menjadi pemandangan menarik saat malam hari. Cahaya tersebut bersumber dari lampu dengan instalasi khusus yang dipasang di di dinding belakang air terjun.

Lampu didesain sedemikian rupa hingga bisa menghasilkan warna-warna pelangi. Seperti biru,merah, hijau , kuning, jingga dan lainnya. Jika salah satu warna lampu dinyalakan sontak membuat air curug yang jatuhpun turut berwarna. Eksotis sekali, derasnya jatuhan air setinggi sekitar 80 meter tersbut menampilkan warna yang indah.

Konsep Waterfall Rainbow digagas oleh Wismo Tri Kuncoro selaku ADM Perhutani KPH Bandung Utara. Ia mengatakan inspirasi tersebut datang dari air terjun Colorado Amerika. Namun di sana permainan lampu yang dipasang berada di depan air. Sedangkan di The Rainbow Waterfalls lampu warna warni dipasang di belakang air.

“Dari tinggi air terjun 87 meter, saya pasang lampunya 70 meter, selain terinspirasi dari air tejun Colorado, inspirasi ini juga tercipta saat menggagas Puncak Bintang di Cimenyan,” ujar Wismo saat peresmian malam kemarin.
Ia mengatakan potensi pengunjung sudah bisa diprediksi meningkat. Melihat tak jauh dari The Rainbow Waterfalls ada Dusun Bambu, sebuah tempat baru yang juga banyak diminati. “Kita sudah melakukan pembicaraan dengan pengelola Dusun Bambu, jika pengunjung bisa menyaksikan The Rainbow Waterfalls ini di petang menjelang malam setelah dari Dusun Bambu,” katanya. Tiket masuk The Rainbow Waterfalls saat ini Rp 15 Ribu.

Jika biasa dinikmati pagi hingga senja hari, air curug kini bisa dinikmati saat malam hari karena tempat wisata ini buka hingga pukul 21.00 WIB. Pemandangan warna warni air menjadi jelas ketika kita menuruni anak tangga mendekati air terjun.
Lampu didesain sedemikian rupa hingga bisa menghasilkan warna-warna pelangi. Seperti biru, merah, hijau, kuning, jingga dan lainnya.

Wajah curug saat malam hari akan menjadi daya tarik sendiri. Pasalnya tidak banyak kreasi yang menyandingkan keindahan alam curug dengan teknologi cahaya yang disetting melalui lampu. “Ini saya pikir menjadi yang pertama di Indonesia,” kata Wismo.

Imah Seniman

Ada-ada saja slogan promo sebuah tempat wisata atau restoran agar bisa menarik minat pengunjung. Seperti halnya yang menjadi slogan sebuah lokasi peristirahatan dan wisata Imah Seniman. Kawasan wisata yang berada di Jl Kolonel. Masturi Nomor 8 Lembang, Kab. Bandung ini memiliki pesan promo yang rada unik yakni mengajak pengunjung untuk makan di hutan.

 Memangnya Imah Seniman ini hutan? Kalau dilihat dari lokasinya, kawasan ini merupakan lahan konservasi sehingga memang menjadi lahan hutan kota. Namun tidak seperti hutan dalam konotasi sebenarnya, sebab disini tidak ada binatang buas. Tetapi kalau makanan enak dan tempat wisata nyaman serta outbond , lokasi ini bisa dipilih.

Imah seniman terletak di lahan yang sangat luas, sekitar 15 hektar. Lahan seluas itu agaknya akan dianggap wajar bila wisatawan yang berkunjung ke sana nanti menemukan beragamnya fasilitas di Imah Seniman. Disini wisatawan dapat menikmati wisata yang lengkap sebab didalamnya terdapat hotel, resort, jajanan, kuliner, fasilitas outbound, galeri, bengkel kerajinan, factory outlet, wedding room, ruang pertemuan, spa, pemancingan, permainan anak, serta pasar tanaman dan buah.

Tamu bisa menginap dengan pilihan hotel sebanyak 60 kamar atau resort sebanyak 30 unit. Kisaran tarif kamar hotel sebesar Rp 300.000-Rp 3 juta dan resort sebesar Rp 1,2 juta-Rp 3 juta. Ada pun restoran di Imah Seniman mengandalkan masakan Sunda yang unik seperti nasi goreng cikur, ayam goreng haseup (asap), dan mi tektek. Ayam goreng haseup misalnya, diolah dengan daging yang diasapi terlebih dulu. Ragam makanan itu bisa dinikmati di saung yang berjumlah 60 titik di sela-sela rimbunnya pepohonan yang menyerupai hutan. Setiap saung dilengkapi kentongan untuk memanggil pelayan.

Di Imah Seniman terdapat 32 mata air yang tak terganggu. Bahkan salah satu mata airnya yang berupa sungai kecil danterjal menjadi salah satu rute untuk kegiatan outbond dan rute kendaraan motor roda tiga. Setelah selesai outbond, wisatawan bisa melepas lelah diselasar sambil menikmati singkong atau ubi rebus dengan minuman bandrek atau bajigur. Sebab saat ini wilayah ini kerap kali diguyur hujan, minuman hangat dan makanan tradisional bisa jadi pilihannya.

Jika sudah puas dan hendak pergi, Imah Seniman pun menyediakan oleh-oleh. Toko oleh-oleh tepat berada di pintu keluar Imah Seniman. Imah Seniman bisa menjadi lokasi baru bagi keluarga atau relasi kantor untuk beriwsata bersama atau outbond. (tgh)