Jembatan Pasupati

Jembatan Pasupati atau Jalan Layang Pasupati ini pertama kali di uji cobakan pada tanggal 26 Juni 2005. Jembatan ini menghubungkan bagian utara dan timur Kota Bandung melewati lembah Cikapundung. Panjangnya 2,8 km dan lebarnya 30-60 m. Pembangunan jembatan ini dibiayai melalu hibah dana dari pemerintah Kuwait dan menjadikan jembatan ini salah satu markah tanah Kota Bandung. Markah tanah itu sendiri adalah fitur geografis yang digunakan oleh pengelana dan lainnya untuk menemukan jalan mereka kembali. Pada zaman modern, markah tanah merupakan sesuatu yang mudah dikenali, seperti monumen, bangunan atau struktur lainnya.

Nama Pasupati sendiri diambil karena jembatan ini menghubungkan jalan Terusan Pasteur (Dr. Djundjunan) dan Jalan Surapati. Karena saat ini di area kolong jalan banyak penduduk yang sengaja mendirikan bangunan non-permanen untuk mendirikan warung-warung kopi maka pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana akan memperluas ruang terbuka hijau (RTH) di sekitar Pasupati.

Jembatan yang dibangun dengan menggunakan konstruksi cable-stayed ini berdiri di wilayah permukiman padat penduduk sehingga kemacetan dan kesemrawutan sudah menjadi hal yang biasa terjadi di sini. Sekitar pada tanggal 5 April 2012 terjadi peristiwa yang cukup menggemparkan masyarakat kota Bandung, mungkin karena kurangnya perawatan dan kondisi cuaca di Bandung yang  pada saat itu tidak menentu membuat pelat besi jembatan yang berwarna merah nyaris lepas. Pelat besi itu masih menggantung di salah satu sisinya di puncak tiang jembatan yang tingginya lebih dari 30 meter itu. Tiga lembar pelat besi bercat merah dengan dimensi masing-masing 2 meter x 35 sentimeter itu diketahui lepas dan tersisa hanya satu sisinya yang masih menempel di tiang utama Jembatan Pasupati.

Membangun lebih mudah dari pada merawat akibatnya banyak fasilitas publik rusak karena perawatan tidak serius atau tidak profesional. Semoga kejadian lepasnya pelat besi jembatan pasupati menjadikan pemerintah dan badan istansi terkait lebih meningkatkan intensitas perawatan pada jembatan. Demi keamanan dan kenyamanan kita bersama sebagai warga kota Bandung. (DJ)