Pembangunan Tol Soroja Memasuki Tahap Finishing

Setelah beberapa bulan mengalami keterlambatan, akhirnya jalan bebas hambatan (Tol) yang bakal menjadi kebangaan masyarakat Kabupaten Bandung pengerjaannya memasuki tahap penyelesaian atau finishing. Herry Trisaputra Zuna sebagai Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, mengatakan bahwa pengerjaan konstruksi Tol Soroja ditargetkan selesai Juli-Agustus 2017 dan pengoperasiannya ditargetkan pada bulan September.

Dikatakan Herry, curah hujan yang ekstrem dan pengadaan tanah serta bangunan mesjid yang belum bisa dibongkar menjadi kendala dalam penyelesaian Tol Soroja.

“Pekerjaan pengadaan tanah kan ga bisa dilakukan saat cuaca hujan, terus mengangkut materialnya ke lokasi juga perlu batasan waktu, kendaraannya dan yang lainnya,” kata Herry kepada Radio PRFM, Selasa (30/5/2017).

Jika dilihat dari perkembangannya, Herry mengatakan proyek Tol bernilai 1,5 Triliun tersebut saat ini pengerjaan sudah masuk tahap finishing dan ditargetkan bisa selesai sesuai dengan perkiraan.

“Niatnya kan untuk memfasilitasi kabupaten dan kota Bandung jadi kawasan metropolitan, kita fokus ke penyelesaian untuk segera dioperasikan. Sementara mesjid harapannya ya bisa segera dibongkar,” ujar Herry.

Disinggung soal keterlambatan pengerjaannya, Herry mengungkapkan semua pekerjaan juga pasti memiliki kendala. Namun ia memastikan tidak ada keterlambatan yang disengaja mengingat setiap keterlambatan adalah biaya dan tentunya merugikan badan usaha serta pemerintah.

“Harapan kita ya pekerjaannya tidak masuk ke 2018. Semua berusaha segera diselesaikan,” ungkap Herry.

BAHAS PILKADA JABAR, RIDWAN KAMIL TELAH BERTEMU SETYA NOVANTO

Menuju Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil semakin mantap. Hal tersebut dibuktikan dengan terus bergerilyanya pria yang akrab disapa Emil tersebut untuk terus berkomunikasi dengan semua partai. Salah satunya, belum lama ini Emil menggelar pertemuan dengan Pimpinan Golkar, Setya Novanto.

Emil menjelaskan, sebagai kepala daerah yang bukan kader partai, Ia sadar betul belum cukup aman mengantongi dukungan dari partai. Oleh karena itu, Ia banyak bertemu dengan sejumlah tokoh yang menjadi pemegang kebijakan di berbagai partai politik.

“Dengan Setya Novanto, Hary Tanoe, dengan semua orang pengambil keputusan partai,” ujar Emil di Bandung, Kamis (6/4) seperti dilaporkan republika.

Tak hanya itu, kata Emil, Ia pun sudah bertemu dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. “Namun belum ketemu sama Pak Prabowo, karena sibuk,” katanya.

Emil mengakui, seluruh pertemuannya itu untuk membicarakan keikutsertaannya pada Pilgub Jawa Barat 2018. “Masyarakat sudah tahu semua, saya memutuskan untuk itu kalau ada takdirnya,” katanya.

Namun, kata dia, selain Partai Nasional Demokrat, belum ada partai yang memastikan dukungan kepadanya. Semua partai menunggu situasi politik terbaru, ada yang menunggu hasil putaran kedua Pilgub DKI Jakarta 2017 dan ada yang akan menggelar pemilihan internal dulu.

“Jawaban partai, ada yang jawab setelah pilkada DKI, ada yang bilang ikuti sikon (situasi dan kondisi),” katanya.

Ditanya pertemuannya dengan Ketua Umum Golkar Setya Novanto, dia membantah jika hal itu sebagai bentuk penjodohannya dengan Dedi Mulyadi, Ketua DPD Golkar Jawa Barat.

“Terlalu jauh. Dalam politik saya belajar kepastian itu ada saat pendaftaran. Jadi masih jauh,” katanya.

Emil membantah jika deklarasi pengusungan oleh Partai NasDem dianggap sebagai bentuk pengkhianatannya terhadap PKS dan Gerindra yang mengusungnya pada Pemilihan Wali Kota Bandung 2013 silam.

“Saya tidak melangkahi partai mana pun,” ucapnya.

Partai NasDem, kata dia, merupakan partai yang pertama memberi jawaban terkait pencalonannya itu. Sebelum NasDem mendeklarasikan dukungan, Ia sudah berkomunikasi dengan partai-partai lain menyangkut rencananya dalam menjadi orang nomor 1 di Jawa Barat itu.

“Jadi NasDem yang pertama menjawab (akan mengusungnya),” kata dia.

Namun, kata dia, Meskipun banyak menjalin komunikasi dengan partai, tapi masih tidak menutup kemungkinan jika dirinya maju melalui jalur perseorangan.

“Kalau independen siap, partai enggak ada yang mau, ya kita mana saja yang pergunakan yang paling baik,” ujarnya.

BANDARA HUSEIN TAMBAH KAPASITAS PENUMPANG

Di Bandara Husein Sastranegara, PT Angkasa Pura II (Persero) rencananya akan mulai mengoperasikan terminal baru untuk melayani penerbangan internasional. Director Operation & Engineering PT Angkasa Pura II (Persero) Djoko Murjatmodjo mengatakan, terminal baru mampu menampung sebanyak 3,4 juta penumpang pesawat per tahun.

“Dengan beroperasinya terminal domestik dan internasional yang baru, Bandara Internasional Husein Sastranegara kini memiliki kapasitas total 3,4 juta penumpang per tahun atau jauh lebih besar dibandingkan dengan sebelumnya hanya 600.000 penumpang per tahun,” tutur Djoko seperti dilansir www.pikiran-rakyat.com, Sabtu (7/1/2017).

Terminal internasional baru ini mengusung konsep eco-airport yang modern dengan perpaduan citarasa budaya lokal, yaitu konsep arsitektur bentuk atap terdiri dari atap Julang Ngapak khas provinsi Jawa Barat. Selain itu, desain interior keseluruhan terminal pun juga mendapat sentuhan khusus dari Walikota Bandung Ridwan Kamil sehingga meningkatkan estetika bandara kebanggaan Kota Bandung.

Adapun pihak PT Angkasa Pura II (Persero) juga telah bekerjasama dengan seniman Nyoman Nuarte untuk menempatkan beberapa karya seni patung khas Indonesia yang ditempatkan di gallery terminal internasional.

Pemkot dan Jasa Marga Siapkan Langkah Darurat Atasi Banjir

Pemerintah Kota Bandung terus berupaya mengambil langkah penanganan karena Banyaknya keluhan dari warga terkait banjir. Salah satu upaya tersebut adalah menggaet Jasa Marga, dan menghasilkan solusi darurat untuk menanggulangi banjir. Dalam waktu dekat, akan ada lima titik perbaikan saluran di tanah milik Jasa Marga yang selama ini disinyalir menyebabkan banjir di beberapa wilayah.

“Yang urgent, ada lima titik yang juga berpotensi banjir, yang dalam waktu dua minggu kedepan akan mulai dikeruk oleh Jasa Marga,” tutur Walikota Bandung, Ridwan Kamil (Emil), di Pendopo Kota Bandung, Jumat (25/11/2016).

Pengerukan tersebut didasari atas laporan warga yang mengatakan terjadi penyempitan di beberapa saluran di tanah milik perusahaan BUMN itu. Sejauh ini warga melaporkan bahwa pemeliharaan di saluran tersebut kurang optimal sehingga volumenya menyusut.

“Mudah – mudah dengan kerja sama yang lebih baik potensi banjir bisa berkurang,” pungkas Emil.

Lima titik tersebut diantaranya yang menyebabkan banjir di kawasan perumahan Bumi Adipura, seperti disampaikan warga kepada Radio PRFM beberapa waktu lalu. Sejumlah warga yang menelusuri sumber banjir menemukan, bahwa saluran air yang melewati jalan tol mengalami penyempitan dan pendangkalan. Sehingga pada saat hujan turun dan air sungai debitnya tinggi, air tersebut yang seharusnya mengalir ke sungai justru berbalik ke perumahan.

PENGHAPUSAN UJIAN NASIONAL, RIDWAN KAMIL AKAN TUNGGU INTRUKSI

Pemerintah pusat yang akan menghapuskan ujian nasional (UN). Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mendukung langkah tersebut . Pemkot Bandung-pun akan menindaklanjuti program pemerintah pusat itu.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy akan menghapuskan ujian nasional dari seluruh jenjang. Pemerintah pusat menyerahkan mekanisme kelulusan para siswa pada pemerintah daerah masing-masing.

“Saya mah kalau kebijakan pusat pasti fatsun. Sehingga saya enggak akan mengomentari positif – negatifnya. Tapi kalau kebijakan penghapusan kita akan mengikuti arahan,” kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil di Pendopo Kota Bandung.

Namun pria berkaca mata tersebut belum bisa menyampaikan teknis pelaksanaan jika ujian diserahkan pada pemerintah daerah. Untuk diketahui, urusan ujian ini akan didesentralisasikan, di mana SD dan SMP akan menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota.

Adapun jenjang SMA dan sederajat akan menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi (pemprov). “Itu wacananya barukan ya. Kalau baru berarti kita hanya akan menjawab akan mengikuti wacana tersebut. Tapi pasti akan ditindaklanjuti kesiapan di lapangan,” tandasnya.

Sejauh ini Emil mengaku belum mendapatkan arahan ihwal adanya penghapusan UN sebagai indikator kelulusan siswa setiap jenjangnya. “Belum ada arahan. Kasih saya sehari dua hari untuk menjawabnya ya,” ungkapnya.

Penghapusan UN ini rencananya akan dimulai 2017 mendatang. Payung hukum pelaksanaannya berupa Instruksi Presiden (Inpres). Pemerintah pusat dalam hal ini nantinya hanya akan difokuskan pada pengawasan dan pelaksanaan ujian nasional.

Pemkab Bandung Akan Kucurkan Rp 500 Juta Untuk Pembinaan Olahraga Pelajar

Pada tahun 2017 mendatang PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bandung akan meningkatkan anggaran Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) menjadi Rp 500 juta .

Dengan dukungan anggaran besar ini, diharapkan bisa meningkatkan pembinaan olahraga pelajar di Kabupaten Bandung.

“Karena itu, saya minta pengurus Bapopsi Kabupaten Bandung untuk serius dalam melakukan pembinana kepada para pelajar,” ujar Bupati Bandung, Dadang M Naser padda pelantikan pengurus Bapopsi Kabupaten Bandung di SMAN 1 Margahayu, Sabtu (26/11/2016).

Menurutnya, dalam melihat bakat minat pelajar perlu pemantauan dari semua aspek baik minat maupun fisik siswa sebagai penunjang prestasi. Selain itu, dibutuhkan bimbingan dari guru.

“Jadi kita tanya hobinya apa, kita arahkan kebidang olahraga sesuai dengan kemampuannya. Pemantauan minat dna bakat ini harus sudah dilakukan sejak SD,” ungkapnya.

Ia berharap agar potensi pelajar bisa membantu prestasi bangsa Indonesia. Ia menginginkan Kabupaten Bandung mampu melahirkan atlet berprestasi.

“Saya ingin alet Kabupaten Bandung mempunyai prestasi baik di level nasional maupun internaisonal,” katanya.

Sarana Olahraga di Stadion si Jalak Harupat harus dimanfatakan secara maksimal. Selain sebagai pusat pembinaan olahraga juga bisa dijadikan sebagai destinasi pariwisata.

“Kedepan saya ingin menjadikan Stadion si Jalak Harupat sebagai destinasi pariwisata olah raga. Vnue-venue sudah kita lengkapi dan lapangan tembak akan kita buat pusat lapangan tembak indor karna kemarin atlet menembak kebanyakan dari Kabupaten Bandung,” tegasnya.