Resep Sop Buah: Menu Buka Puasa Segar dan Kaya Nutrisi

Menu buka puasa yang segar salah satunya memanfaatkan buah-buahan yang diolah menjadi sop buah. Sop buah makin tenar belakangan ini karena memadukan berbagai potongan dengan tambahan susu yang nikmat. Tambahan es membuat rasa manisnya makin yahud. Di samping itu, banyak nutrisi dari buah yang bisa diraih.

Cara membuat sop buah sebenarnya sangat sederhana. Bahan utama yang dipakai bisa disesuaikan dengan kantong. Komponen utamanya adalah beberapa jenis buah-buahan yang ditambahkan sirup, susu dan es serut. Jenis buah yang dipilih tinggal menyesuaikan selera.

Berikut resep membuat sop buah yang menyegarkan:

Bahan:

Melon ¼ bagian dikerok
Pepaya ¼ bagian
Apel ½ bagian
Semangka ¼ bagian
Anggur 5 butir
Stroberi 4 buah, potong kecil
Kelapa muda 1 butir
Sirup cocopandan secukupnya
Susu kental manis putih secukupnya
Es serut secukupnya

Cara membuatnya :

1. Potong kecil, serut, atau kerok semua buah-buahan yang ada sesuai selera Anda, termasuk kelapa muda. Sisihkan air kelapa mudanya.
2. Masukkan berbagai potongan buah ke dalam mangkok saji menurut porsi yang Anda inginkan.
3. Tambahkan air kelapa muda
4. Sebagai topingnya, tambahkan es serut, tuangkan susu kental manis dan sirup cocopandan secukupnya.
5. Sop buah siap disajikan.

Jangan Sepelekan Sahur

 

Agar ibadah puasa berjalan lancar, sahur dan berbuka adalah bagian dari ibadah puasa. Jangan abaikan sahur gara-gara anda terlalu malas untuk bangun. Makan sahur bukan sekadar agar Anda tidak lapar nantinya, tapi lebih untuk menyeimbangkan zat gizi yang tidak diperoleh tubuh selama berpuasa.

Karena itu, makanan sahur harus bergizi tinggi. Ini berarti mengandung kalori dan protein yang tinggi. Dengan begitu, lambung tidak akan cepat kosong. Anda juga tidak akan cepat lapar. Nah, makanan yang mengandung cukup protein dan lemak adalah nasi, sayur, buah, serta protein hewani (daging ayam dan ikan).

Cermat Memilih Makanan Buka Puasa

Sungguh beruntung bila anda bisa berbuka puasa di rumah dan mengonsumsi makanan bergizi yang lengkap. Tapi, bagaimana jika anda dan pasangan tergolong orang yang super sibuk serta tingkat memiliki mobilitas tinggi? Nah, berikut ini beberapa tips yang harus diperhatikan saat berbuka puasa:

– Pertimbangkan kondisi saluran pencernaan yang sempat kosong selama 1214 jam. Agar tidak sakit perut, cegah regangan lambung secara tiba-tiba. Caranya? Minum yang cukup dan makan secara bertahap (awali dengan porsi yang kecil).
– Setelah berpuasa, cairan tubuh dan kadar gula darah akan menurun. Makanya, awali dengan minuman manis (1-2 sendok teh gula per gelas) serta makanan yang manis dan mudah dicerna alias mengandung karbohidrat sederhana. Misalnya, jus dari buah yang manis (mangga atau jambu biji), kurma, kolak, setup buah-buahan, cendol dengan santan encer, atau 1-2 potong kue manis rendah lemak (misalnya kue-kue jajanan pasar yang terbuat dari tepung beras). Dengan begitu, cairan tubuh dan kadar gula darah akan normal lagi.
– Agar kadar gula darah tidak meningkat secara tiba-tiba, jangan mengonsumsi makanan pembuka sekaligus dalam jumlah banyak. Dianjurkan kalori makanan pembuka sekitar 10% 15% dari kebutuhan kalori sehari.
– Setelah tenggang waktu sejam (setelah sholat Maghrib), barulah perut Anda diisi dengan makanan dalam porsi penuh. Makanan yang dikonsumsi sebaiknya bervariasi agar semua zat-zat gizi dapat terpenuhi dengan komposisi seimbang. Perlu dicatat juga, buah dan sayuran sebagai sumber vitamin, mineral dan serat harus cukup jumlahnya.
– Cukup minum. Kira-kira 2 liter sehari ( 8 gelas).
– Batasi berbagai hal berikut:
– Makanan yang mengandung bumbu yang terlalu merangsang, seperti cabe atau santan kental.
– Minuman dan makanan yang menimbulkan gas, yakni kol, lobak, nangka, ubi jalar dan minuman ringan ( carbonated ).
– Tape ketan, kopi, dan teh kental karena dapat merangsang pengeluaran asam lambung.
– Setelah sholat Isya dan Tarawih, Anda boleh konsumsi lagi makanan selingan dengan porsi seperti makanan pembuka.
– Sebelum tidur malam, makanan selingan bisa jadi pilihan konsumsi. Misalnya, kolak atau segelas jus buah.

Jadikan Rutinitas Anda Sebagai Ibadah

 

Rutinitas seseorang sangat beragam, berbeda-beda antara satu orang dengan yang lain tergantung kebiasan dan kebutuhan masing-masing. Setiap aktifitas yang dilakukan, entah itu aktifitas ringan ataupun berat nilainya dapat bertambah jika kita niatkan untuk ibadah. Makan contohnya, tidak ada orang yang tidak makan atau minum. Jika kita niatkan makan atau minum kita untuk ibadah, makan minum untuk menambah kekuatan kita dalam sholat misalnya. Maka makan dan minum tersebut memiliki nilai tersendiri disamping sholat yang kita lakukan.

Bagi seorang pelajar, niatkan jalan menuju sekolah sebagai bentuk usaha untuk menuntut ilmu, ini akan memiliki nilai ibadah tersendiri disamping kewajiban menuntut ilmu itu sendiri. Bagi para pekerja, niatkan pekerjaan sebagai usaha untuk menafkahi keluarga. Maka Allah akan memberikan nilai ibadah tambahan kerena niat tersebut.

Tidur adalah rutinitas yang paling sering dilakukan selain makan dan minum. Kita niatkan tidur kita untuk istirahat agar badan kita segar kembali dan semangat untuk melakukan ibadah yang lain. Maka tidak akan menganggapnya sebagai amalan biasa, akan tetapi akan menghitungnya sebagai ibadah juga.

Masuk kamar mandi, membaca doa sebelumnya, dan ketika akan mandi, diniatkan agar badan kita segar dan untuk menghilangkan bau badan, sehingga ketika sholat berjama’ah dimasjid tidak akan mengganggu saudara kita yang sholat disamping kita. Itu juga dihitung ibadah. Rosulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- bersabda :

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ ، وَإِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى

Artinya : “Sesungguhnya setiap amalan tergantung niatnya. dan setiap orang akan mendapatkan apa yang diniatkan.” (HR Muslim dan Abu Daud)

Akan tetapi tidak halal bagi seorang muslim meniatkan suatu amalan yang asalnya haram menjadi sebuat ibadah, karena Allah tidak akan menerima kecuali amalan yang baik, jika meniatkan amalan yang haram sebagai ibadah, maka dia tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali dosa dari amalan tersebut, dan jika meniatkan amalan yang mubah sebagai sebuah kemaksiatan, maka dia tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali dosa dari niatnya tersebut.

Dan sebaliknya, ketika sebuah amalan mubah yang biasa saja, kemudian kita niatnya untuk ibadah, Allah tidak akan ragu untuk memberikan pahala tersendiri dan menghitungnya sebagai ibadah. Maka dari itu, selalu niatkan rutinitas kita untuk ibadah. (nize)

Tips Agar Tetap Bugar Saat Berpuasa

 

mBandung.com. Sebentar lagi puasa akan tiba, saat puasa tubuh kita terasa lemas dan malas melakukan berbagai aktivitas. Apa yang dapat kita lakukan supaya tubuh tetap bugar walau seharian berpuasa..??

 

Puasa Ramadan yang dijalankan selama 29 atau 30 hari oleh umat Islam, tanpa disadari akan membuat pola makan menjadi lebih teratur. Dengan berpuasa, sistem pencernaan kita mendapat kesempatan untuk beristirahat dan dibersihkan dari segala bentuk zat merugikan yang terdapat di usus, ginjal, kandung kemih, paru-paru, serta kulit. Puasa juga akan mengubah simpanan lemak dalam tubuh menjadi energi.

Selama berpuasa kadar gula darah tubuh kita menjadi lebih rendah dibandingkan ketika tidak berpuasa. Tubuh yang lemas disebabkan oleh sebagian cairan tubuh yang hilang. Ketika menjalankan ibadah puasa, kesempatan untuk mengonsumsi makanan dan minuman hanya setelah berbuka puasa hingga saat makan sahur . Oleh karena itu, manfaatkanlah waktu tersebut untuk memberikan asupan nutrisi yang mencukupi bagi tubuh kita. Namun, itu bukan berarti Anda dapat mengonsumsi makanan sebanyak-banyaknya. Ada beberapa anjuran yang dapat diikuti agar tetap merasa nyaman selama menjalankan ibadah puasa.

Awali berbuka puasa dengan makanan ringan yang manis, seperti kurma, kolak, atau teh manis hangat. Biasakanlah minum minuman yang hangat pada saat berbuka puasa. Air dingin dapat membuat perut yang kosong bisa menjadi kembung dan meningkatkan asam lambung. Untuk mencegah dehidrasi banyak minum air putih pada malam hari. Sebab, dalam beraktivitas pada siang hari kita cenderung banyak mengeluarkan keringat.

Makan sahur ternyata sangat perlu untuk mengimbangi zat gizi yang tidak diperoleh tubuh selama sehari berpuasa. Pada saat makan sahur makanlah makanan yang mengandung gizi yang lengkap seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Hal ini akan membantu anda menyiapkan cadangan energi saat berpuasa. Selain itu, banyaklah minum air. Bila tak sempat menyiapkan makan sahur, minum susu rendah lemak yang tinggi kalisum dan protein. Jenis susu ini membantu memberikan gizi yang lengkap bagi tubuh meski dalam jumlah sedikit.

Hindari makan sahur yang berlebihan karena akan meningkatkan kadar gula dalam darah dan produksi hormon insulin. Kondisi ini akan menyebabkan tubuh menjadi mudah lelah, lemas, lesu, dan selalu mengantuk. Vitamin yang penting dikonsumsi setiap hari adalah vitamin A, B, dan C, yang diperoleh dengan mengonsumsi buah-buahan berwarna kuning atau merah, sayur berwarna hijau tua, kacang-kacangan. Anda juga bisa mengonsumsi makanan kesehatan berupa suplemen.Dengan mengikuti anjuran di atas, Anda tidak perlu ragu untuk beraktifitas sehari-hari. Sambil menjalankan ibadah puasa niscaya tubuh akan tetap bugar.(www.hdindonesia.com/nize)

Makanan Sehat Untuk Berpuasa

Pada beberapa orang, pada saat puasa mempunyai keluhan seperti merasa lemas dan lesu atau stamina menurun, juga gangguan pencernaan. Beberapa bahan pangan tertentu dapat digunakan untuk mengantisipasi keluhan pada saat berpuasa. Berikut beberapa bahan atau makanan dan minuman sehat untuk berpuasa agar tetap fit, sehat dan segar.

Madu
Khasiat : meningkatkan stamina dan mempertahankan stabilitas tubuh agar tetap segar, mencegah gangguan pencernaan, melancarkan metabolisme.

Kurma
Khasiat : meningkatkan stamina dan energi, mencegah dan mengatasi anemia, lelah, melancarkan pembuangan.

Akar Alang-Alang (Imperata cyllindrica)
Khasiat : menghilangkan haus, melancarkan kemih, mengatasi radang dan batu ginjal, hipertensi, dan lain-lain.

Rambut dan Tongkol Jagung (Zea mays)
Khasiat : melancarkan kemih, mencegah dan mengatasi batu ginjal, hipertensi, kolesterol tinggi, kencing manis, dan lain-lain.

Kismis
Khasiat : meningkatkan stamina, mencegah lemas dan kurang darah.

Semangka dan Kulitnya (Citrullus vulgaris)
Khasiat : menghilangkan haus, melancarkan kemih, radang ginjal, prostat.

Ubi Jalar Merah (Ipomoea batatas Poir)
Khasiat : perut kembung, peluruh kentut, masuk angin, gangguan lambung.

Temu Lawak (Curcuma xanthorrhiza)
Khasiat : meningkatkan stamina, perut kembung, peluruh kentut, mengatasi masuk angin, gangguan lambung dan pencernaan.

Kencur (Kaempferia galanga)
Khasiat : meningkatkan stamina, mengatasi masuk angin, gangguan lambung dan pencernaan seperti kembung, mual, muntah, dan lain-lain.

Kunyit (Curcuma longa)
Khasiat : meningkatkan vital energi, mengatasi radang lambung dan gangguan pencernaan (kembung & begah, mual).

Jahe (Zingiber officinale)
Khasiat : meningkatkan stamina, mengatasi kembung, masuk angin, pusing, mual dan mencegah muntah.

Kapulaga (Amomum cardamomum)
Khasiat : mengatasi perut kembung dan sebah, mual, muntah.

Cengkeh (Eugenia aromatica)
Khasiat : mengatasi muntah karena lambung dingin, mual, kembung.

Kayu Manis (Cinnamomum burmanii)
Khasiat : mengatasi radang lambung, mual, muntah, kembung.

Puasa… Kenapa Mengantuk Ya ?

Pada hari pertama, sebagian besar orang yang berpuasa akan merasa lesu dan mengantuk siangnya. Wajar saja, karena kadar gula darah menurun saat anda berpuasa. Setelah beberapa hari, rasa mengantuk dan lesu ini secara berangsur-angsur akan hilang karena tubuh sudah bisa beradaptasi.

Selain itu, tubuh akan tetap bugar bila anda tetap menjalankan aktivitas sehari-hari. Kok bisa? Tubuh yang tetap aktif akan menjaga kadar hormon yang berperan dalam proses metabolisme. Jadi, tubuh akan tetap sehat.

Bagaimana dengan persediaan tenaga? Memangnya tubuh bisa tetap bertenaga padahal tidak ada intake makanan sama sekali selama 12-14 jam? Tidak usah khawatir. Dalam keadaan berpuasa, energi tubuh diperoleh dari metabolisme cadangan energi, yaitu glikogen dan lemak. Cadangan tersebut mencukupi dan anda tetap bisa melakukan kegiatan sehari-hari.