Elektabilitas Ridwan Kamil Sebagai Cagub Jabar Masih Tinggi

M Qodari sebagai Direktur Eksekutif Indo Barometer, menyatakan bahwa nama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memiliki nilai elektabilitas tertinggi sebagai Calon Gubernur (cagub) Jawa Barat 2018. Menurut hasil survei, Ridwan Kamil unggul dengan nilai 28,6 persen dibandingkan dengan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dengan 18,8 persen, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dengan 11,5 persen dan Dede Yusuf dengan 6,3 persen.

“Survei ini dilakukan pada 17 – 23 Mei 2017 lalu dengan melibatkan 800 responden yang meliputi 27 kabupaten/kota,” ungkap Qodari dalam konferensi persnya di Hotel Savoy Homan, Selasa (6/6/2017).

Sementara itu, 5 calon dengan tingkat kesukaan tertinggi masih diraih oleh Ridwan Kamil dengan 88,7 persen, Deddy Mizwar 83 persen, Dedi Mulyadi 80,9 persen, Dede Yusuf 80,2 persen dan Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym dengan 80,2 persen.

“Alasan tertinggi masyarakat Jawa Barat memilih calon gubernur karena berwibawa, baru melihat aspek kedekatan dengan rakyat, pintar, kinerjanya bagus dan berpengalaman,” terangnya.

Qodari mengungkapkan, untuk elektabilitas Calon Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 mayoritas responden masih belum menentukan pilihan. Sedangkan untuk nama yang banyak dipilih adalah Desy Ratnasari dengan 1,9 persen, disusul Ridwan Kamil dengan 1,3 persen dan Rieke Diah Pitaloka dengan 0,9 persen.

“91,6 persen masyarakat belum menentukan pilihan untuk cawagub,” tandasnya.

Menjelang Mudik, Pemprov Prioritaskan Perbaikan Jalan Berlubang

Menghadapi arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1438H/2017, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menyatakan bahwa Jalan Provinsi Jawa Barat yang biasa dilalui saat mudik sudah siap dan hingga saat ini beberapa jalan masih terus diperbaiki khususnya jalur-jalur pokok.

Namun, Aher juga berharap perbaikan jalur-jalur alternatif mudik selesai diperbaiki sebelum lebaran demi kenyamanan seluruh masyarakat Indonesia yang akan melintasi wilayah Jawa Barat.

“Jalan-jalan provinsi saat ini dalam posisi siap, jalur alternatif maupun utama mudah-mudahan bisa selesai sebelum lebaran ya,” ungkap Aher.

Aher menyebutkan, perbaikan jalan saat ini diprioritaskan pada jalur utama yang kondisinya rusak dan berlubang. Menurutnya, perbaikan jalan sebenarnya tidak terhubung dengan arus mudik karena hal tersebut sudah menjadi kegiatan rutin di setiap tahun anggaran.

“Anggaran perbaikan itu kan anggaran tahun 2017 ya, tapi tidak bisa dipungkiri menjelang mudik juga pasti ada percepatan. Apalagi sekarang lebarannya semakin maju, sudah bulan Juni saja. Dulu padahal lebaran itu Desember,” terang Aher.