Jangan Sepelekan Sahur

 

Agar ibadah puasa berjalan lancar, sahur dan berbuka adalah bagian dari ibadah puasa. Jangan abaikan sahur gara-gara anda terlalu malas untuk bangun. Makan sahur bukan sekadar agar Anda tidak lapar nantinya, tapi lebih untuk menyeimbangkan zat gizi yang tidak diperoleh tubuh selama berpuasa.

Karena itu, makanan sahur harus bergizi tinggi. Ini berarti mengandung kalori dan protein yang tinggi. Dengan begitu, lambung tidak akan cepat kosong. Anda juga tidak akan cepat lapar. Nah, makanan yang mengandung cukup protein dan lemak adalah nasi, sayur, buah, serta protein hewani (daging ayam dan ikan).

Cermat Memilih Makanan Buka Puasa

Sungguh beruntung bila anda bisa berbuka puasa di rumah dan mengonsumsi makanan bergizi yang lengkap. Tapi, bagaimana jika anda dan pasangan tergolong orang yang super sibuk serta tingkat memiliki mobilitas tinggi? Nah, berikut ini beberapa tips yang harus diperhatikan saat berbuka puasa:

– Pertimbangkan kondisi saluran pencernaan yang sempat kosong selama 1214 jam. Agar tidak sakit perut, cegah regangan lambung secara tiba-tiba. Caranya? Minum yang cukup dan makan secara bertahap (awali dengan porsi yang kecil).
– Setelah berpuasa, cairan tubuh dan kadar gula darah akan menurun. Makanya, awali dengan minuman manis (1-2 sendok teh gula per gelas) serta makanan yang manis dan mudah dicerna alias mengandung karbohidrat sederhana. Misalnya, jus dari buah yang manis (mangga atau jambu biji), kurma, kolak, setup buah-buahan, cendol dengan santan encer, atau 1-2 potong kue manis rendah lemak (misalnya kue-kue jajanan pasar yang terbuat dari tepung beras). Dengan begitu, cairan tubuh dan kadar gula darah akan normal lagi.
– Agar kadar gula darah tidak meningkat secara tiba-tiba, jangan mengonsumsi makanan pembuka sekaligus dalam jumlah banyak. Dianjurkan kalori makanan pembuka sekitar 10% 15% dari kebutuhan kalori sehari.
– Setelah tenggang waktu sejam (setelah sholat Maghrib), barulah perut Anda diisi dengan makanan dalam porsi penuh. Makanan yang dikonsumsi sebaiknya bervariasi agar semua zat-zat gizi dapat terpenuhi dengan komposisi seimbang. Perlu dicatat juga, buah dan sayuran sebagai sumber vitamin, mineral dan serat harus cukup jumlahnya.
– Cukup minum. Kira-kira 2 liter sehari ( 8 gelas).
– Batasi berbagai hal berikut:
– Makanan yang mengandung bumbu yang terlalu merangsang, seperti cabe atau santan kental.
– Minuman dan makanan yang menimbulkan gas, yakni kol, lobak, nangka, ubi jalar dan minuman ringan ( carbonated ).
– Tape ketan, kopi, dan teh kental karena dapat merangsang pengeluaran asam lambung.
– Setelah sholat Isya dan Tarawih, Anda boleh konsumsi lagi makanan selingan dengan porsi seperti makanan pembuka.
– Sebelum tidur malam, makanan selingan bisa jadi pilihan konsumsi. Misalnya, kolak atau segelas jus buah.

Tips Agar Tetap Bugar Saat Berpuasa

 

mBandung.com. Sebentar lagi puasa akan tiba, saat puasa tubuh kita terasa lemas dan malas melakukan berbagai aktivitas. Apa yang dapat kita lakukan supaya tubuh tetap bugar walau seharian berpuasa..??

 

Puasa Ramadan yang dijalankan selama 29 atau 30 hari oleh umat Islam, tanpa disadari akan membuat pola makan menjadi lebih teratur. Dengan berpuasa, sistem pencernaan kita mendapat kesempatan untuk beristirahat dan dibersihkan dari segala bentuk zat merugikan yang terdapat di usus, ginjal, kandung kemih, paru-paru, serta kulit. Puasa juga akan mengubah simpanan lemak dalam tubuh menjadi energi.

Selama berpuasa kadar gula darah tubuh kita menjadi lebih rendah dibandingkan ketika tidak berpuasa. Tubuh yang lemas disebabkan oleh sebagian cairan tubuh yang hilang. Ketika menjalankan ibadah puasa, kesempatan untuk mengonsumsi makanan dan minuman hanya setelah berbuka puasa hingga saat makan sahur . Oleh karena itu, manfaatkanlah waktu tersebut untuk memberikan asupan nutrisi yang mencukupi bagi tubuh kita. Namun, itu bukan berarti Anda dapat mengonsumsi makanan sebanyak-banyaknya. Ada beberapa anjuran yang dapat diikuti agar tetap merasa nyaman selama menjalankan ibadah puasa.

Awali berbuka puasa dengan makanan ringan yang manis, seperti kurma, kolak, atau teh manis hangat. Biasakanlah minum minuman yang hangat pada saat berbuka puasa. Air dingin dapat membuat perut yang kosong bisa menjadi kembung dan meningkatkan asam lambung. Untuk mencegah dehidrasi banyak minum air putih pada malam hari. Sebab, dalam beraktivitas pada siang hari kita cenderung banyak mengeluarkan keringat.

Makan sahur ternyata sangat perlu untuk mengimbangi zat gizi yang tidak diperoleh tubuh selama sehari berpuasa. Pada saat makan sahur makanlah makanan yang mengandung gizi yang lengkap seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Hal ini akan membantu anda menyiapkan cadangan energi saat berpuasa. Selain itu, banyaklah minum air. Bila tak sempat menyiapkan makan sahur, minum susu rendah lemak yang tinggi kalisum dan protein. Jenis susu ini membantu memberikan gizi yang lengkap bagi tubuh meski dalam jumlah sedikit.

Hindari makan sahur yang berlebihan karena akan meningkatkan kadar gula dalam darah dan produksi hormon insulin. Kondisi ini akan menyebabkan tubuh menjadi mudah lelah, lemas, lesu, dan selalu mengantuk. Vitamin yang penting dikonsumsi setiap hari adalah vitamin A, B, dan C, yang diperoleh dengan mengonsumsi buah-buahan berwarna kuning atau merah, sayur berwarna hijau tua, kacang-kacangan. Anda juga bisa mengonsumsi makanan kesehatan berupa suplemen.Dengan mengikuti anjuran di atas, Anda tidak perlu ragu untuk beraktifitas sehari-hari. Sambil menjalankan ibadah puasa niscaya tubuh akan tetap bugar.(www.hdindonesia.com/nize)

Makanan Sehat Untuk Berpuasa

Pada beberapa orang, pada saat puasa mempunyai keluhan seperti merasa lemas dan lesu atau stamina menurun, juga gangguan pencernaan. Beberapa bahan pangan tertentu dapat digunakan untuk mengantisipasi keluhan pada saat berpuasa. Berikut beberapa bahan atau makanan dan minuman sehat untuk berpuasa agar tetap fit, sehat dan segar.

Madu
Khasiat : meningkatkan stamina dan mempertahankan stabilitas tubuh agar tetap segar, mencegah gangguan pencernaan, melancarkan metabolisme.

Kurma
Khasiat : meningkatkan stamina dan energi, mencegah dan mengatasi anemia, lelah, melancarkan pembuangan.

Akar Alang-Alang (Imperata cyllindrica)
Khasiat : menghilangkan haus, melancarkan kemih, mengatasi radang dan batu ginjal, hipertensi, dan lain-lain.

Rambut dan Tongkol Jagung (Zea mays)
Khasiat : melancarkan kemih, mencegah dan mengatasi batu ginjal, hipertensi, kolesterol tinggi, kencing manis, dan lain-lain.

Kismis
Khasiat : meningkatkan stamina, mencegah lemas dan kurang darah.

Semangka dan Kulitnya (Citrullus vulgaris)
Khasiat : menghilangkan haus, melancarkan kemih, radang ginjal, prostat.

Ubi Jalar Merah (Ipomoea batatas Poir)
Khasiat : perut kembung, peluruh kentut, masuk angin, gangguan lambung.

Temu Lawak (Curcuma xanthorrhiza)
Khasiat : meningkatkan stamina, perut kembung, peluruh kentut, mengatasi masuk angin, gangguan lambung dan pencernaan.

Kencur (Kaempferia galanga)
Khasiat : meningkatkan stamina, mengatasi masuk angin, gangguan lambung dan pencernaan seperti kembung, mual, muntah, dan lain-lain.

Kunyit (Curcuma longa)
Khasiat : meningkatkan vital energi, mengatasi radang lambung dan gangguan pencernaan (kembung & begah, mual).

Jahe (Zingiber officinale)
Khasiat : meningkatkan stamina, mengatasi kembung, masuk angin, pusing, mual dan mencegah muntah.

Kapulaga (Amomum cardamomum)
Khasiat : mengatasi perut kembung dan sebah, mual, muntah.

Cengkeh (Eugenia aromatica)
Khasiat : mengatasi muntah karena lambung dingin, mual, kembung.

Kayu Manis (Cinnamomum burmanii)
Khasiat : mengatasi radang lambung, mual, muntah, kembung.

Bukannya turun, Puasa berat badan malah naik

Selain beribadah, puasa biasanya dijadikan kesempatan untuk menurunkan berat badan. Tidak salah memang, mengingat saat berpuasa, seseorang perlu membatasi makanan yang dikonsumsinya.

Namun tujuan tersebut terkadang tidak sama dengan kenyataannya. Puasa justru membuat badan tambah melar. Kenapa bisa demikian?

Dokter spesialis gizi klinik Saptawati Bardosono menjelaskan, bertambahnya berat badan meski tengah berpuasa bisa disebabkan oleh kebiasaan makan yang salah, yaitu saat sahur dan berbuka. Kesalahan-kesalahan itu antara lain pilihan jenis makanan dan jumlah makanan yang dimakan.

Ia mencontohkan, kebiasaan orang Indonesia untuk berbuka puasa dengan minuman dan makanan manis adalah salah satu yang memicu kenaikan berat badan. Minuman dan makanan manis manis membuat otak cenderung tidak cepat merasa dipuaskan, meskipun kalori yang diminum sebenarnya sudah banyak.

“Belum lagi dampak minuman dan makanan manis yang bikin ketagihan. Setelah minum atau makan yang manis-manis, orang lebih mungkin untuk ingin makan manis-manis lagi,” kata staf pengajar di Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini dalam talkhow seputar kesehatan puasa di Jakarta, baru-baru ini.

Selain itu, minuman dan makanan manis yang dikonsumsi langsung ketika berbuka puasa juga bisa membuat kenaikan gula darah terjadi dengan cepat. Hal ini sangat berisiko bagi mereka yang menderita diabetes mellitus.

“Karena itu, sebaiknya untuk berbuka puasa, utamakan untuk mengganti cairan yang hilang terlebih dahulu yaitu dengan mengonsumsi air putih. Barulah kemudian makan buah yang manis seperti kurma untuk mengganti kadar karbohidrat dalam tubuh yang sudah menurun setelah berpuasa seharian,” saran dia.

Selain minuman dan makanan manis, Saptawati juga menyoroti soal konsumsi makanan lemak tinggi, seperti makanan cepat saji sebagai hidangan berbuka yang tidak tepat. Ini karena, menurut dia, makanan berlemak sebetulnya tidak terlalu dibutuhkan bagi tubuh yang berpuasa.

Sebaliknya, zat gizi yang paling dibutuhkan bagi tubuh saat berpuasa adalah karbohidrat dan protein. Pasalnya, kedua zat gizi ini mengalami penurunan kadar yang pesat saat puasa, selain air tentu saja.

Jumlah makanan yang dimakan juga perlu menjadi perhatian. Biasanya karena sudah berpuasa seharian, orang merasa perlu makan lebih banyak dari yang seharusnya. Inilah yang membuat berat badan melejit meskipun berpuasa.

“Jangan makanan berlebihan saat berbuka dan sahur, itulah kuncinya,” tandasnya.(dok.kompas)

Puasa… Kenapa Mengantuk Ya ?

Pada hari pertama, sebagian besar orang yang berpuasa akan merasa lesu dan mengantuk siangnya. Wajar saja, karena kadar gula darah menurun saat anda berpuasa. Setelah beberapa hari, rasa mengantuk dan lesu ini secara berangsur-angsur akan hilang karena tubuh sudah bisa beradaptasi.

Selain itu, tubuh akan tetap bugar bila anda tetap menjalankan aktivitas sehari-hari. Kok bisa? Tubuh yang tetap aktif akan menjaga kadar hormon yang berperan dalam proses metabolisme. Jadi, tubuh akan tetap sehat.

Bagaimana dengan persediaan tenaga? Memangnya tubuh bisa tetap bertenaga padahal tidak ada intake makanan sama sekali selama 12-14 jam? Tidak usah khawatir. Dalam keadaan berpuasa, energi tubuh diperoleh dari metabolisme cadangan energi, yaitu glikogen dan lemak. Cadangan tersebut mencukupi dan anda tetap bisa melakukan kegiatan sehari-hari.

Raka’at Salat Tarawih

Terdapat beberapa praktik tentang jumlah raka’at dan jumlah salam pada salat tarawih. Pada masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam shalat tarawih hanya dilakukan tiga atau empat kali saja, tanpa ada satu pun keterangan yang menyebutkan jumlah raka’atnya. Kemudian shalat tarawih berjamaah dihentikan, karena ada kekhawatiran akan diwajibkan. Barulah pada zaman khalifah Umar shalat tarawih dihidupkan kembali dengan berjamaah, dengan jumlah 20 raka’at dilanjutkan dengan 3 raka’at witir.

Sejak saat itu umat Islam di seluruh dunia menjalankan shalat tarawih tiap malam-malam bulan Ramadhan dengan 20 rakaat. Empat mazhab yang berbeda, yaitu mazhab Al-Hanafiyah, Al-Malikiyah, Asy-Syafi’iyah serta Al-Hanabilah, semua sepakat menetapkan jumlah 20 rakaat sebagai bilangan shalat tarawih. Sedangkan Umar bin Abdul Aziz sebagai khalifah dari Bani Umayyah di Damaskus menjalankan shalat tarawih dengan 36 rakaat. Dan Ibnu Taimiyah menjalankan 40 rakaat.

Yang pertama kali menetapkan shalat tarawih hanya 8 atau 11 rakaat dalam sejarah adalah pendapat orang-orang di akhir zaman, seperti Ash-Shan’ani (w.1182 H), Al-Mubarakfury (w. 1353 H) dan Al-Albani. Ash-Shan’ani Penulis Subulus-salam sebenarnya tidak sampai mengatakan shalat tarawih hanya 8 rakaat, beliau hanya mengatakan bahwa shalat tarawih itu tidak dibatasi jumlahnya. Sedangkan Al-Mubarakfury memang lebih mengunggulkan shalat tarawih 8 rakat, tanpa menyalahkan pendapat yang 20 rakaat.

Tetapi yang paling ekstrim adalah pendapat Al-Albani yang sebenarnya tidak termasuk kalangan ahli fiqih. Dia mengemukakan pendapatnya yang menyendiri dalam kitabnya, Risalah Tarawih, bahwa shalat tarawih yang lebih dari 8 plus witir 3 rakaat, sama saja dengan shalat Dzhuhur 5 rakaat. Selain tidak sah juga dianggap berdosa besar bila dikerjakan.

Perbedaan pendapat menyikapi boleh tidaknya jumlah raka’at yang mencapai bilangan 20 itu adalah tema klasik yang bahkan bertahan hingga saat ini, seperti yang dilakukan sebagian besar pengikut Nahdlatul Ulama. Sedangkan mengenai jumlah salam praktik umum adalah salam tiap dua raka’at namun ada juga yang salam tiap empat raka’at. Sehingga bila akan menunaikan tarawih dalam 8 raka’at maka formasinya adalah salam tiap dua raka’at dikerjakan empat kali, atau salam tiap empat raka’at dikerjakan dua kali dan ditutup dengan witir tiga raka’at sebagaimana yang dilakukan sebagian besar pengikut Muhammadiyah.