PUSAT KETAHANAN PANGAN DIBUAT DI BANDUNG TIMUR

Dandim 0618/BS Sugiono dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Elly Wasliahs lalu ada perwakilan PT Pindad bersama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil melakukan panen padi di Kelurahan Sukapura.

Emil mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah memberikan lahan sesuai proporsinya untuk wilayah pertanian. Kota Bandung pun, sudah memiliki sawah abadi yang berlokasi di wilayah Bandung Timur atau tepatnya di kawasan Cibiru.

“Di tahun ini, Kota Bandung bagian timur juga akan dibangun tempat pusat pertahanan pangan pada tahun ini,” kata Ridwan seusai kegiatan.

Dituturkan dia, pihaknya sudah menitipkan pesan kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan agar mau bekerja keras menjalankan urban farming bagian dari kampanye bahwa masyarakat kota mampu menghasilkan produk-produk pertanian.

“Kota juga bisa membuat produk-produk pertanian dengan kualitas baik,” ucapnya.

Dia berharap, di waktu yang akan datang, tidak hanya ada pertahanan sosial politik dan energi saja. Melainkan, akan adanya sebuah gagasan yang mengedepankan sebuah pertahanan di bidang pangan.

“Intinya saya mengapresiasi dengan kelompok tani yang mengelola lahan milik PT Pindad yang dapat menghasilkan nilai ekonomis dan nilai pangan yang berkualitas. Kita akan terus memberdayakan lahan untuk lahan padi,” ujar dia.

EMIL AKUI PILGUB DKI JAKARTA BERIMBAS KE PILGUB JABAR

Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil mengakui Pilgub DKI Jakarta berdampak kepada Pilgub Jawa Barat. “Ya, Pilgub DKI pasti berdampak. Jabar kan terasnya DKI. Jadi kalau DKI panas, berimbas panasnya ke Jabar,” ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil kepada wartawan.

Menurut Emil, beberapa teori dalam Pilgub DKI sudah diterapkannya dalam Pilgub Jabar. Tetapi, ia mengaku suasana di Jabar sedikit berbeda dengan di Jakarta. Ia hanya menegaskan dalam berkompetisi tetap dibutuhkan strategi.

“Ada yang nggak suka, ancam, bersiasat cari negatif, ah dihadapi aja. Yang penting pembangunan Bandung lima tahun tuntas,” katanya.

Ia mengaku tidak menyesal menjadi orang pertama yang mencalonkan diri dalam Pilgub Jabar. Emil mengaku perlu naik kelas ke jenjang lebih tinggi dalam pemerintahan. “Itu situasinya, saya tak menyesal,” katanya.

Hingga saat ini, Emil mengaku masih terus berkomunikasi dengan sejumlah partai. Ia juga memperhitungkan dampak terburuk dari kontestasi Pilgub Jabar, termasuk jika gagal. “Jadi atas dasar keikhlasan, saya mengikuti prosesnya dengan rileks,” katanya.

Pemprov Jabar Diminta Percepat Pembangunan Infrastruktur

Hingga saat ini, sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang dibuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus dipercepat. Iwa Karniwa sebagai Sekretaris Daerah Jawa Barat, menyatakan bahwa berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan pemerintah pusat, Selasa (18/4/2017) lalu, Presiden Jokowi menginginkan supaya ada percepatan sejumlah proyek pembangunan.

Iwa menuturkan, ada beberapa pembangunan yang terus diupayakan percepatan seperti pembangunan kereta api cepat, reaktivasi jalur kereta api yang terkendala tata ruang, pembangunan 14 ruas jalan tol dan pembangunan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang.

“Pembangunan kita arahkan supaya sesuai dengan track yang sudah direncanakan, syukur-syukur bisa lebih cepat. Dengan selesainya pembangunan infrastruktur tadi, maka akan ada percepatan pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat,” ungkap Iwa.

Iwa menyebutkan, salah satu fokus penyelesaian saat ini adalah pembangunan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang yang mana beberapa hari lalu Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan telah menandatangani penetapan lokasi (Penlok).

“Setelah penlok langkah selanjutnya adalah pembebasan lahan baik area pelabuhan maupun area akses jalan dari Tol Cipali menuju pelabuhan sepanjang 23 km,” kata Iwa, dikutip laman resmi Pemprov Jawa Barat.

TAHUN INI, DISBUDPAR TARGETKAN PEMBANGUNAN RUMAH SENI BUDAYA RAMPUNG

Pada tahun ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung menargetkan pembangunan rumah seni budaya yang terletak di wilayah Bandung Timur akan selesai. Meski begitu ia pun menuturkan, untuk penggunaannya sendiri bakal dimulai sekitar awal tahun depan.

“Rencananya ini sedang lelang dan akhir tahun ditargetkan sudah selesai bangunan fisiknya. Biasanya soft launching dulu target kita akhir tahun ini. Untuk grand launching nya di awal tahun depan tapi mudah-mudahan ada percepatan,” ujar Kenny Dewi Kaniasari sebagai Kadisbudpar Kota Bandung

Pemkot Bandung Siap Bangun Basement Air di Pagarsih Untuk Cegah Banjir

Di Jalan Pagarsih, Pemerintah Kota Bandung akan membuat basement retensi air. Hal tersebut dilakukan untuk mengatasi permasalahan banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

“Seluruh Pagarsih akan saya bongkar, mau dibikin basement, tapi basementnya bukan untuk parkir mobil, tapi untuk parkir air,” ujar Walikota Bandung Ridwan Kamil usai melaksanakan kegiatan Shalat Subuh Berjamaah di Mesjid Al-Khusyu Jl. Pagarsih, kota Bandung.

Menurut Emil, proyek pembangunan Basement Retensi Pagarsih yang telah selesai dilelang sejak awal tahun 2017 lalu, diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar 20 miliar Rupiah.

Lebih lanjut Emil pun meminta maaf kepada warga sekitar bilamana selama pengerjaan proyek tersebut, nantinya akan mendatangkan masalah lain seperti kecamatan.

“Saya minta maaf, mohon pengertiannya, jadi kota ini lagi sakit, mau dikasih obat tapi obatnya rada pahit, mohon maklum ketika proses konstruksi akan ribet,” Ungkapnya

GILIRAN RIDWAN KAMIL DISERANG ISU AGAMA KARENA PILKADA JAWA BARAT

Tersebarnya di media sosial penerbitan 300 surat izin pembangunan rumah ibadah nonmuslim sepanjang mengemban jabatan, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mengaku geram atas beredarnya isu tersebut

“Itu fitnah,” kata Ridwan Kamil usai menghadiri deklarasi dukungan pencalonan dirinya sebagaik calon Gubernur Jawa Barat oleh Komunitas Pesantren se-Jawa Barat, di pesantren Pagelaran 3 Kecamatan Cisalak, Subang.

Emil mengungkapkan, penerbitan izin sebanyak 300 rumah ibadah di Kota Bandung tersebut terhitung sejak zaman Belanda hingga dirinya memimpin selama empat tahun terakhir. “Kalau selama masa kepemimpinan saya, baru mengeluarkan 10 izin, 5 untuk mesjid, tiga gereja dan dua wihara,” tutur Ridwan Kamil.

Emil mengaku risih dan capek jika harus meladeni fitnah yang tersebar luas di media sosial dan membantahnya lagi melalui media sosial yang sama. “Kepada para wartawan, tolong sampaikan kesaksian saya ini,” ujar Emil dengan nada serius.

Emil menuturkan, seiring dengan bergulirnya wacana pencalonan dirinya sebagai Gubernur Jawa Barat, fitnah dan tudingan-tudingan yang menyerang dirinya pribadi, keluarga dan jabatannya, bertiup makin kencang. Emil mengaku tak bisa tinggal diam dan wajib membantahnya.

“Tidak seperti saat pencalonan Wali Kota Bandung, isu miring apalagi fitnah itu kecil sekali bahkan nyaris tidak ada dan tidak harus membantahnya,” Emil menjelaskan.