Ridwan Kamil Berharap GBLA Bisa Menjadi Tujuan Wisata

Akan menjadi markas Persib pada kompetisi Liga I, Walikota Bandung, Ridwan Kamil, menyampaikan harapannya untuk Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Emil berharap GBLA dikelola secara profesional dengan memaksimalkan penggunaan semua sarana yang ada di stadion milik Pemkot Bandung ini.

“Saya ingin seperti di Barcelona dan Madrid di mana stadionnya menjadi tujuan wisata ketika tidak dipakai untuk pertandingan,” kata Emil usai acara penyerahan bonus untuk Persib di Balai Kota Bandung.

Menurut Emil, nantinya GBLA akan dilengkapi dengan museum dan restoran. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk datang meski Persib tidak bertanding.

“Saat ini sedang dipersiapkan lelang pengelolaan Stadion GBLA. Siapa pun yang menang, harus mengajak Persib menjadi partner,” ujarnya.

Terkait bonus yang diberikan kepada Persib, Emil menyebutnya sebagai kadeudeuh atau hadiah dari masyarakat atas keberhasilan Atep dkk meraih peringkat ketiga Piala Presiden 2017.

Bonus yang diterima Persib sebesar Rp 150 juta langsung diberikan kepada Atep, pelatih Djadjang Nurdjaman, dan Manajer Umuh Muchtar.

“Alhamdulilah, ada kadeudeuh dari masyarakat. Jangan lihat besar kecilnya, melainkan perhatian rutin kepada tim. Doakan saja agar warga Bandung semakin sejahtera, agar kadeudeuh ke Persib tambah besar,” tuturnya.

Tahun lalu, ketika menjuarai Piala Presiden edisi pertama, Walikota Bandung memberikan bonus sebesar Rp 500 juta. Bahkan, saat menjadi kampiun ISL 2014, nominalnya lebih besar lagi, mencapai Rp 1 miliar.

Kualitas Air Sungai Citarum Kian Memburuk

Terkait kondisi air baku Sungai Citarum yang sekarang ini dapat dikatakan kian memburuk, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum menilai perlu adanya perhatian khusus.

“Kualitas air baku di hilir mempunyai kualitas buruk. Ini perlu perhatian dari pihak terkait agar kebutuhan air di Bandung Raya bisa tercukupi,” kata Yudha Mediawan sebagai Kepala BBWS Citarum di Teras Cikapundung Jalan Babakan Siliwangi Kota Bandung.

Yudha menjelaskan bahwa kebutuhan air bersih di Cekungan Kota Bandung dan Bandung Raya dari Sungai Citarum baru bisa terpenuhi 5 kubik per-detik dari total 15 kubik per-detik. Menyusutnya air baku bersih tak lepas dari pencemaran.

“Salah satu upayanya, kita akan mengoptimalkan hulu sungai karena relatif lebih bersih,” ucapnya.

Menurut Yudha, inti persoalan menurunnya kualitas air Sungai Citarum tak lepas dari pencemaran. Baik itu pencemaran yang berasal dari limbah pabrik ataupun pencemaran yang dilakukan oleh masyarakat.

Padahal dituturkan dia, apabila tidak terganggu dengan hal-hal tersebut air baku yang dihasilkan alam, sangatlah melimpah. Yakni berada di angka 28 ribu kubik per-detik untuk kurun waktu 12 bulan.

“Karena pencemaran, air banyak sekalipun tetapi sulit untuk bisa dimanfaatkan dan dimaksimalkan,” ujar dia.

Yudha mengatakan, keberadaan sumber air di wilayah Bandung Raya menjadi tanggung jawab bersama. Sehingga pemerintahan yang bersinggungan, baiknya turut menjaga kelestarian sumber air tersebut.

“Kita rencanakan mengadakan perjanjian dengan pemerintah untuk ikut berpartisipasi menjaga sumber air,” ucapnya.

Selain MoU, BBWS akan terus melakukan sosialisasi terkait pentingnya kesadaran masyarakat dengan tidak mencemari sumber air. Pihaknya pun mengaku sudah memiliki beberapa program guna mensukseskan tujuan.

“Kita terus mengelola Sungai Citarum agar terus bisa dimanfaatkan. Untuk pemeliharaan Sungai Citarum, anggaran yang dialokasikan APBN sebesar Rp 50 miliar dan dana ini harus konsisten,” tandas dia.

PEMKOT GUNAKAN DANA NON-APBD UNTUK JADIKAN STADION PERSIB PUSAT PELATIHAN

Rencana manajemen Persib menjadikan Stadion Persib atau Sidolig menjadi pusat pelatihan klub kebanggaan Jawa Barat ini didukung Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Rencananya, renovasi dimulai pertengahan April.

Emil menuturkan, Pemkot Bandung selalu mendukung segala situasi demi perkembangan Kota Bandung, termasuk Maung Bandung yang dibanggakan sebagai identitas kota.

“Pemkot mendukung dalam segala situasi, dari logo Persib saja itu Pemkot Bandung kan?,” ucapnya.

Akan Tetapi, Pemkot tidak bisa secara gencar merenovasi stadion tersebut karena proses renovasi tidak diperkenankan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Yang masalahnya kan tidak boleh dari dana APBD, tapi boleh kan yang non APBD kita bantu. Contoh fasilitas di Sidolig mau disempurnakan mau kebutuhan, kenyamanan pemain silahkan,” sambungnya.

PENGHARGAAN INTERNASIONAL KEMBALI DIRAIH KOTA BANDUNG

Penghargaan internasional dari Open Government Asia untuk reformasi dan transparansi pembangunan melalui smartcity 2017, sukses diraih kembali oleh Kota Bandung. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

“Alhamdulillah, walau perut hamil 2 bulan, Kota Bandung mendapatkan penghargaan internasional dari Open Government Asia utk reformasi dan transparansi pembangunan melalui smartcity 2017,” tulis Emil melalui akun instagram pribadinya.

Emil pun bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak di Pemerintah Kota Bandung yang telah mengubah birokrasi ke arah yang lebih baik. Selain itu, keterlibatan warga Bandung dan DPRD dalam memberikan kritik yang membangun pun tidak luput dari pandangan Emil.

“Terima kasih untuk semua birokrasi Kota Bandung yang mau berubah dan warga yang aktif berkomunikasi juga DPRD yang aktif mengawasi dan mengkritisi kami. Kekurangan akan terus kami perbaiki. Nuhun,” pungkasnya.

Setiap Desa di kabupaten Bandung Pastikan Miliki TPS

Menindaklanjuti keluhan warga soal tempat pembuangan sampah (TPS) yang kurang memadai bahkan tidak ada sama sekali, Asep Kusumah sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung memastikan bahwa pihaknya sudah menyediakan TPS di setiap desa walaupun skalanya berbeda.

Menurut Asep, Pemda Kabupaten Bandung bersama aparat kewilayahan tingkat desa sudah berupaya menyediakan fasilitas pembuangan sampah, bahkan sejak Bupati Dadang Nasser menjabat, sudah digulirkan program raksa desa.

“Raksa desa yang digagas Pak Bupati kan S nya itu Sampah, artinya harus terkelola dan ekonomis,” ungkap Asep.

Selanjutnya, Asep juga mengkalim pihaknya sudah melakukan berbagai sosialisasi soal penanganan sampah seperti sampah organik, sampah rumah tangga dan yang lainnya.

“Fakta juga melihat di Kabupaten Bandung itu tempat sampah cukup banyak, kami memliki lebih dari 130 bank sampah dan TPS skala desa ada sekitar 89 yang besar,” katanya.

WABUP BDG : DENDA 5 JUTA KALAU BUANG SAMPAH SEMBARANGAN DI KAB BANDUNG

Gun Gun Gunawan sebagai Wakil Bupati Bandung mengungkapkan bagi masyarakat yang kedapatan membuang sampah sembarangan di Kabupaten Bandung. Maka, pihaknya tidak segan akan memberikan denda kepada yang bersangkutan bahkan bisa berujung dengan ancaman kurungan penjara.

“(Buang sampah sembarangan) Tindak Pidana Ringan, dengan denda Rp 500 ribu hingga Rp 5 juta bahkan bisa dikurung,” ungkapnya

Menurutnya, pihaknya sudah bekerjasama dengan berbagai instansi terkait untuk menggalakkan pemantauan jika ada yang membuang sampah sembarangan. Salah satunya dengan aparat di Lanud Sulaeman.

Ia menuturkan, masyarakat juga bisa melaporkan jika ada warga yang membuang sampah sembarangan. Dengan cara di foto saat membuang sampah sebagai barang bukti untuk menindak.