Odesa-Indonesia Galang Kepedulian Untuk Atasi Krisis Ekologi di Bandung Utara

Budhiana Kartawijaya sebagai Pengurus Odesa-Indonesia, menyatakan bahwa salah satu penyebab banjir di kota Bandung disebabkan oleh kawasan utara mengalami krisis ekologi. Bukit-bukit yang dahulunya hutan kini dibabat menjadi lahan pertanian.

“Tidak masalah kegiatan pertanian. Tetapi mengabaikan tanaman tinggi mengakibatkan aliran air tidak kerasan bertempat dibukit. Itu karena pertanian didominasi sayuran. Harusnya harus ada tanaman tinggi agar akar menampung air di bukit,” ungkapnya, usai diskusi “Teknologi Pertanian Desa” di Sekebalingbing, Desa Cikadut, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.a

Terkait hal tersebut, Odesa-Indonesia aktif bergiat menanam kopi. Menurut Budhiana, tanaman kopi selain cocok untuk pertanian, juga bisa menjamin keberlangsungan ekologi. Petani-petani di Kecamatan Cimenyan diberi bantuan bibit kopi yang bagus dan gratis.

“Saya kira kalau menunggu peran negara terlalu lama. Sebaiknya orang-orang kota bisa ikut berpartisipasi dalam hal ini,” jelasnya.

Dalam setahun, Odesa-Indonesia berhasil membagikan 60.000 bibit kopi. Pihaknya mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi mendonasikan finansialnya dalam menyediakan bibit kopi dan tanaman pendukung lainnya.

“Kemampuan bibit gratis dari Odesa-Indonesia terbatas sementara kebutuhan masih begitu banyak. Akan sangat bagus kalau para pengusaha dan siapa saja yang peduli dengan krisis lingkungan dan sadar akan kehidupan petani untuk berbagi melalui donasi pembelian bibit-bibit tanaman,” ungkapnya.

Akan Dibangun Tahun 2016, Underpass Cibiru Belum Ada Kepastian

Hingga saat ini belum ada kabarnya tentang Rencana Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil yang akan membangun underpass Cibiru. Pasalnya, Emil mengatakan pembangunan underpass Bundaran Cibiru ini akan dimulai awal tahun 2016.

“Warga Bandung, ini gambar desain terowongan underpass di bundaran Blue Water (Cibiru). Untuk mengurai macet Bandung Timur. Doakan lancar, Insya Allah dimulai tahun depan juga. Hatur Nuhun,” ungkap Emil

Sejauh ini, dari tiga proyek infrastruktur Bandung Inter Urban Tol Road (BIUTR) Pasteur-Cileunyi, Pemerintah Kota Bandung baru menyelesaikan pembangunan flyover Antapani. Seperti yang diberitakan sebelumnya, flyover Antapani telah diresmikan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK), pada 24 Januari 2017.

Sementara itu, rencana pembangunan flyover di Jalan Soekarno-Hatta menemukan nasib yang sama dengan underpass Bundaran Cibiru. Pemkot Bandung belum memberikan kabar pembangunan flyover, baik di Kopo maupun di Buahbatu.

Di Tempat Relokasi, Kepala Pasar Kosambi Minta PKL Bertahan.

Agus Gani sebagai Kepala Pasar Kosambi meminta para pedagang kaki lima (PKL) yang masih nekad berjualan di trotoar agar bertahan di tempat relokasi. Pasalnya menurut Agus saat ini Pasar Kosambi sendiri menjadi percontohan pengelolaan PKL yang masuk ke dalam kawasan Pasar.

“Untuk tempat mereka senang, cuman mereka bilang belum laku, kita berusaha sekuat mungkin untuk memotivasi mereka karena ini percontohan satu-satunya yang masuk ke dalam pasar, mudah-mudahan ada proses yang baik untuk menyemangati mereka,” ungkapnya

Agus menuturkan, saat ini pihaknya masih terus melakukan pengawasan juga motivasi kepada para pkl ini agar mereka tidak kembali berjualan di trotoar Jalan Ahmad Yani. Rencananya dalam waktu ke depan pihaknya pun bakal melakukan sejumlah progam diantaranya promosi dan doorpirze bagi para pengunjung yang datang.

“Memang itu sedang direncanakan ada program diskon dan doorprize, panggung kan udah ada itu untuk memikat jumlah pengunjung agar membeli barang dagangan. Dan kami akan tata supaya nyaman semua. karena kosambi punya nilai historis yang bagus,” tuturnya.

Di Jalan Dipenogoro, Satpol PP Kota Bandung Memperingatkan PKL Bermobil Untuk Tertib

Para pedagang kaki lima (PKL) yang memakai kendaraan mobil di sekitar Jalan Dipenogoro Diperingatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Bandung agar selalu tertib. Pasalnya keberadaan para PKL tersebut kerap mengundang sejumlah permasalahan terutama kemacetan.

Pihak Satpol PP pun menegaskan tidak akan segan-segan menindak para PKL ini andai mereka tetap melanggar aturan yang ada.

“Seharusnya pihak PKL yang di mobil kalau mau aman harus ada penyesuaian, kalau mau masalah ini selesai ya mereka harus mau berubah. Kalau seandainya bandel kita harus tegas, karena beberapa minggu lalu ada polemik, kita selalu tanamkan kedisiplinan,” tegas Kabid Trantrib Satpol PP Kota Bandung Taspen Effendi.

Untuk sementara pihak Satpol PP telah mendorong keberadaan para PKL ini ke depan Museum Geologi agar meminimalisir kepadatan di kawasan tersebut.

“Itu juga ada tapi ga banyak kalau yang di Monju (Monumen Perjuangan-red) kita dorong ke bawah deket Geologi. itu hanya ada beberapa PKL mobil saja kalau daerah Dipenogoro banyak sekali,” ungkapnya.

ADA GENANGAN DI PASUPATI, PD KEBERSIHAN BELUM PASTIKAN PENYEBABNYA.

Deni Nurdyana Hadimin sebagai Direktur Utama PD Kebersihan Kota Bandung, menyatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan penyebab genangan air di flyover Pasupati. Sebelumnya kawasan tersebut diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi.

“Kami belum bisa memastikan penyebab genangan di Pasupati,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, PD Kebersihan segera menurunkan tim untuk melakukan analisa dan pembersihan sampah yang terbawa air.

“Saat ini kami sudah menyiapkan tim. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman kami, banyak pasir yang masuk ke saluran air sehingga dugaan sementara pasir menghambat air hujan mengalir ke bawah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, berdasarkan laporan dari tim yang ada dilapangan genangan sudah mulai surut. Meski begitu, pihaknya akan melakukan pembersihan saluran agar tidak terjadi genangan lagi.

Tidak Kalah Dengan Flyover Antapani, Sekarang Mural Menghiasi Galeri Kosambi

PD Pasar Bermartabat kota Bandung bersama seniman John Martono, lalu bersama pula dengan mahasiswa MBA Institut Teknologi Bandung (ITB), menggelar acara KOSASIH (Kosambi Pasar Bersih) Sabtu (25/2/2017).

“Acara ini merupakan kelanjutan dari program relokasi pedagang kaki lima (PKL) Kosambi, kita promosikan tempat ini agar lebih banyak orang yang tahu,” ujar Humas PD Pasar Bermartabat Fekky Budiawan di Galeri Kosambi kota Bandung.

Ia berharap, mural yang dibuat John Martono beserta para mahasiswa dan pedagang bisa jadi ikon galeri kosambi dan membuat suasana tempat tersebut lebih cerah. Selain itu, mural tersebut akan menjadi daya tarik pengunjung untuk berfoto di Galeri Kosambi.

“Orang kan nanti bisa pada selfie disini,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus membenahi galeri kosambi hingga menjadi ruang dagang yang representatif, baik bagi pedagang maupun para pengunjung.